Bangun 121 Kampung Nelayan Merah Putih, Pemprov Papua Targetkan Ekspor Tuna Lipat Ganda

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menerima kunjungan Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, di Kantor Gubernur (5/3) untuk memantapkan rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Bumi Cendrawasih

JAYAPURA,FP.COM – Pemerintah Provinsi Papua bergerak cepat mengembangkan potensi kelautan dengan mengusulkan 200 lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Dari total usulan tersebut, sebanyak 121 lokasi dinyatakan telah siap untuk memulai proses pembangunan.

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi besar untuk mengalihkan fokus pengelolaan laut dari sekadar penangkapan ikan menjadi pengembangan industri perikanan yang terintegrasi.

Read More

“Papua memiliki potensi besar karena wilayahnya didominasi perairan. Karena itu, pengelolaan laut tidak hanya berfokus pada penangkapan ikan, tetapi juga pembangunan industrinya,” ujar Fakhiri dalam sosialisasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kantor Gubernur, Kamis (5/3).

Pengembangan sektor perikanan di Bumi Cendrawasih mulai menunjukkan hasil signifikan. Fakhiri menyebutkan kesuksesan ekspor 17 ton produk olahan tuna baru-baru ini akan menjadi standar awal yang terus ditingkatkan.

“Kalau kemarin kita ekspor 17 ton, ke depan akan kita lipatgandakan. Harapannya ini bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Papua,” tegasnya.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, menambahkan bahwa hingga saat ini terdapat 179 titik lokasi yang telah terdata di seluruh tanah Papua, ditambah 29 usulan baru yang sedang dalam tahap verifikasi lapangan.

Lotharia menjelaskan bahwa proyek ini berkaca pada keberhasilan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Samberbinyeri, Kabupaten Biak Numfor, yang kini menjadi percontohan (role model) nasional.

“Program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir di Papua,” tutup Lotharia. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *