MANOKWARI,FP.COM – WWF Indonesia Program Papua menerima penghargaan dari Gubernur Papua Barat atas dedikasi dan kontribusi nyatanya dalam mendukung upaya translokasi, pelepasliaran, serta pelestarian satwa endemik Papua. Penyerahan penghargaan ini dilangsungkan pada hari Rabu (11/3), bertepatan dengan acara Pelepasliaran Satwa Sitaan oleh Gubernur Papua Barat dalam rangka Hari Bakti Kehutanan Ke-43. Acara tersebut bertempat di kawasan Pegunungan Kwau, Distrik Mokwam, Kabupaten Manokwari, yang dikenal sebagai salah satu habitat alami sekaligus penyangga ekosistem bagi berbagai satwa kebanggaan Tanah Papua.
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Papua Barat terhadap lembaga pelestarian lingkungan yang dinilai berhasil mendukung pelestarian satwa liar serta menjaga kelestarian keanekaragaman hayati. Kegiatan pelepasliaran satwa di Pegunungan Kwau menjadi momentum penting untuk mengembalikan satwa-satwa endemik ke habitat aslinya guna membantu menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan populasi satwa di alam bebas.
Merespons penghargaan tersebut, Head of Forest & Wildlife WWF Indonesia Program Papua, Wika Rumbiak, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Provinsi Papua Barat Dominggus Mandacan, Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat Daya, serta seluruh instansi terkait atas komitmen tegas mereka dalam melestarikan satwa liar di Tanah Papua.
Menurut Wika, penghargaan ini menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi WWF Indonesia untuk terus memperkuat perlindungan keanekaragaman hayati di Papua Barat. Ia menekankan bahwa keberhasilan konservasi mutlak membutuhkan kerja kolaboratif yang kuat antara pemerintah, masyarakat adat dan lokal, lembaga konservasi, akademisi, hingga sektor swasta.
Ke depannya, WWF Indonesia berkomitmen untuk semakin proaktif mendukung pelestarian satwa melalui langkah-langkah konkret. Fokus utama tersebut meliputi penguatan pemantauan partisipatif bersama masyarakat, pemutakhiran basis data ilmiah, perluasan edukasi dan kampanye publik, serta dukungan penuh terhadap implementasi regulasi konservasi dari pemerintah.
“Kami percaya bahwa kolaborasi yang kuat dan berbasis pengetahuan akan menjadi fondasi penting untuk memastikan satwa liar ikonik Papua tetap lestari bagi generasi kini dan masa depan. WWF Indonesia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus berjalan bersama menjaga kekayaan alam Tanah Papua sebagai warisan dunia yang tak ternilai,” tegas Wika.
Melalui sinergi yang solid dan berkelanjutan antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga konservasi, dan masyarakat adat setempat, diharapkan benteng perlindungan terhadap satwa liar dan lingkungan hidup di Provinsi Papua Barat akan semakin tangguh di masa mendatang.
Selain WWF Indonesia, penghargaan apresiasi dari Gubernur Papua Barat ini juga turut dianugerahkan kepada sejumlah instansi dan lembaga yang dinilai memiliki dedikasi serupa. Penerima penghargaan tersebut meliputi Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Maluku Utara, BBKSDA Papua Barat Daya, Otoritas Pelabuhan Laut Ternate, Jaringan Satwa Indonesia, dan Wildlife Conservation Society. (Rilis)


