PT Freeport Kirim Pemain PFA ke Austria

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas beramah tamah dengan para pemain muda PFA yang akan mengikuti Elite Camp 2026 di Austria (kiri-kanan : Yance Glen Imbiri, Jupri Kogoya, Tony Wenas, Dolvi T. Salossa)

JAKARTA,FP.COM – Di balik sorot mata Dolvi T. Salossa yang tajam, tersimpan ambisi yang melampaui batas geografis. Remaja berusia 15 tahun asal Papua ini tidak lagi sekadar bermimpi mencetak gol di lapangan tanah merah atau rumput lokal. Kini, targetnya adalah gawang-gawang di jantung Benua Biru.

Sa mau bersaing di Eropa dan dapat jam terbang internasional,” ujar Dolvi dengan dialek khasnya yang mantap.

Read More
iklan hut-ri
Pertemuan Manajemen PTFI bersama Official dan tim PFA di Kantor PTFI Jakarta 9 Februari 2026

Senin, 9 Februari 2026, menjadi hari yang bersejarah bagi Dolvi. Bersama dua rekannya dari Papua Football Academy (PFA), Jupri Kogoya dan Yance Glen Imbiri, ia berdiri di kantor pusat PT Freeport Indonesia (PTFI) Jakarta. Mereka bukan sekadar berkunjung, melainkan berpamitan untuk terbang ke Wina, Austria, dalam program PFA Elite Camp 2026 Goes to Austria.

Bagi Jupri Kogoya, perjalanan ini adalah pembuktian jati diri. Di usia yang baru menginjak 15 tahun, ia membawa beban harapan dari tanah kelahirannya di pundak.

Sa ingin buktikan tong (kita) anak-anak Papua juga bisa bermain di Eropa,” cetus Jupri. Kalimat sederhana itu adalah manifestasi dari misi besar PFA: mematahkan stigma dan membuka gerbang dunia bagi talenta-talenta dari Timur Indonesia.

Program yang berlangsung dari 12 Februari hingga 9 Maret 2026 ini bukanlah sekadar jalan-jalan. Ketiga talenta muda ini akan ditempa di tiga klub papan atas Austria:

  1. FAK Austria Wien (Bundesliga 1)
  2. FAC Wien (Bundesliga 2)
  3. FC First Vienna (Bundesliga 2)

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menegaskan bahwa inisiatif ini adalah bentuk “pengembalian” sukses Freeport kepada masyarakat Papua. Sejak didirikan tahun 2022, PFA dirancang menjadi kawah candradimuka yang tak hanya mengasah teknik, tapi juga mentalitas.

“Pengalaman menimba ilmu di luar negeri akan membentuk kepercayaan diri untuk selalu kompetitif. Ujungnya, kita ingin mereka menembus Timnas,” tegas Tony Wenas.

Jejak keberhasilan ini sudah terlihat. Pada edisi Elite Camp sebelumnya, nama-nama seperti Yulius Pigay, Samuel Cundrad, dan Peres Tjoe berhasil menembus skuad final Timnas untuk persiapan Piala Asia U17 2026. Kini, mereka menjadi tulang punggung Garuda United di kompetisi EPA U18.

Keberangkatan Dolvi, Jupri, dan Yance didampingi oleh figur-figur kunci seperti Direktur Akademi PFA Wolfgang Pikal dan Pelatih Kepala Ardiles Rumbiak. Kehadiran mereka memastikan bahwa secara teknis dan psikologis, ketiga remaja ini siap menghadapi level sepak bola yang lebih tinggi.

Bagi Dolvi, motivasinya sederhana namun mendalam: “Sa mau bikin bangga orang tua dan keluarga.”

Dengan sepatu bola di tas dan mimpi Eropa di kepala, ketiga anak muda ini siap membuktikan bahwa jarak antara Papua dan Austria hanya sejauh tekad yang kuat. (AiWr)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *