JAYAPURA,FP.COM – Pemerintah Provinsi Papua resmi menutup tahun anggaran 2025 dengan rapor hijau di berbagai sektor pembangunan. Fokus pada perbaikan layanan dasar membuahkan hasil signifikan, ditandai dengan lonjakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang kini mencapai 74,69 poin.
Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan refleksi dari konsistensi kebijakan pendidikan dan kesehatan sepanjang tahun berjalan.
“Kinerja Pemerintah Provinsi Papua sepanjang 2025 menunjukkan tren perbaikan yang solid. Ini adalah fondasi kuat bagi kita untuk melangkah ke tahun 2026,” ujar Gubernur Fakhiri dalam refleksi akhir tahun di Jayapura, Rabu (31/12/2025).
Stabilitas Ekonomi dan Prestasi Nasional Dari sisi ekonomi, Bumi Cenderawasih mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,21 persen pada triwulan III 2025, angka tertinggi di seluruh wilayah Papua. Keberhasilan menjaga inflasi di level 2,51 persen (yoy) juga mengantarkan Provinsi Papua meraih penghargaan bergengsi TPID Award 2025.
Selain itu, indikator sosial lainnya menunjukkan perbaikan:
- Angka Harapan Hidup: Mencapai 70,77 tahun.
- Tingkat Kemiskinan: Berada di angka 19,16 persen.
- Tingkat Pengangguran: Tertekan hingga 6,97 persen.
Alarm Merah Sektor Kesehatan Meski dibanjiri capaian positif, Gubernur Fakhiri memberikan catatan kritis pada sektor kesehatan. Prevalensi stunting di Papua masih bertengger di angka 28,6 persen, sebuah angka yang dinilai masih cukup tinggi.
“Penurunan stunting akan menjadi prioritas utama dan ‘pekerjaan rumah’ besar kita di tahun 2026. Ini bukan sekadar angka, tapi soal kualitas hidup generasi masa depan Papua yang harus kita tangani secara serius dan berkelanjutan,” tegasnya.
Menutup refleksi tahunan tersebut, Pemprov Papua menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan yang lebih inklusif dan terarah, guna memastikan dampak pembangunan dapat dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat di tahun mendatang. (AiWr)


