Dipimpin Pj Sekda Papua, Rapat Persiapan BTF 2025 Sepakati Jadwal 9–11 Oktober

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj) Papua, Suzana D. Wanggai, bersama Konsul RI di Vanimo, Tangkuman Alexander, memimpin rapat persiapan Border Trade Fair (BTF) 2025 yang digelar di Kantor Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Papua – Terminal Barang Internasional, di Skouw Kamis (2/10/2025).

JAYAPURA,FP.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Vanimo mematangkan persiapan penyelenggaraan Border Trade Fair (BTF) 2025. Pertemuan persiapan ini menyepakati BTF akan dilaksanakan di Neutral Zone, Wutung pada 9 hingga 11 Oktober 2025.

Rapat persiapan dipimpin oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj) Papua, Suzana D. Wanggai, bersama Konsul RI di Vanimo, Tangkuman Alexander, di Kantor Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Papua – Terminal Barang Internasional, Skouw, Kamis (2/10/2025).

Read More
iklan hut-ri

Pj Sekda Suzana D. Wanggai menegaskan bahwa kegiatan tahunan ini adalah bagian dari upaya kerja sama Indonesia–Papua Nugini (PNG) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan.

Border Trade Fair menjadi wadah untuk mempererat kerja sama dan meningkatkan ekonomi masyarakat perbatasan. Semua pihak akan terus membangun komunikasi aktif agar kegiatan ini berlangsung sukses,” ujar Suzana.

Rapat persiapan ini dihadiri oleh pejabat PNG dari sektor pariwisata, kebudayaan, dan unsur keamanan. Sementara dari pihak Indonesia, hadir perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) teknis Pemprov Papua, Imigrasi, Polda Papua, Karantina, Bea Cukai, Pos Lintas Batas Negara (PLBN), dan sektor perhubungan.

Konsul RI di Vanimo, Tangkuman Alexander, menyampaikan bahwa agenda BTF 2025 tidak hanya menampilkan pameran perdagangan (trade exhibition) dan business matching antar-pelaku usaha serta UMKM dari kedua negara.

“Kami berharap kegiatan ini berjalan sukses karena membawa manfaat besar bagi peningkatan ekonomi perbatasan. Selain itu, BTF juga akan diwarnai dengan penandatanganan sejumlah kerja sama strategis, termasuk di sektor kesehatan,” ujar Tangkuman, seraya menambahkan bahwa komunikasi lintas sektor, termasuk soal keamanan, terus dilakukan.

Kesepakatan teknis yang lebih detail terkait penyelenggaraan BTF 2025 selanjutnya akan ditangani oleh Technical Committee kedua negara. BTF diharapkan menjadi sarana memperkuat hubungan dagang, budaya, dan sosial masyarakat perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini. (AiWr)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *