JAYAPURA,FP.COM – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, memimpin apel perdana Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua tahun 2026, Senin (5/1). Dalam momentum tersebut, Gubernur menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik dan akuntabilitas kinerja birokrasi.
Gubernur menyatakan bahwa apel perdana ini bukan sekadar seremonial, melainkan ajang konsolidasi pasca-libur panjang untuk menyatukan langkah menuju tahun kerja yang lebih dedikatif.
Dalam arahannya, Matius D. Fakhiri meminta seluruh ASN dan pejabat untuk tidak hanya terjebak pada urusan administratif, tetapi terjun langsung melayani masyarakat.
“ASN dan pejabat harus turun bersama-sama melayani masyarakat kecil. Pelayanan kita harus benar-benar dirasakan oleh rakyat,” tegas Gubernur.
Ia juga mengajak ASN untuk memberikan dampak nyata pada ekonomi lokal melalui tindakan sederhana. “Kalau ASN belanja di mama-mama yang berjualan, itu ikut menggerakkan ekonomi rakyat kecil. Hal sederhana ini punya dampak besar,” tambahnya.
Sebagai langkah konkret memperkuat akuntabilitas, Pemerintah Provinsi Papua menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tepat di hari pertama kerja.
Penyerahan DPA di awal tahun ini bertujuan agar OPD segera memetakan anggaran dan menyusun rencana kerja secara matang untuk menghindari penumpukan pekerjaan di akhir tahun.
“Saya tidak mau lagi di akhir tahun kita bekerja secara paksa. Semua harus diprogramkan dengan baik sejak awal, sehingga pada akhir tahun tinggal melaporkan hasil kerja,” tegas Matius.
Meski cuaca di Jayapura diguyur hujan sejak malam hari, Gubernur memberikan apresiasi tinggi atas tingkat kehadiran ASN yang dinilai luar biasa. Hal ini dipandang sebagai bentuk tanggung jawab tinggi terhadap tugas pemerintahan.
Selain agenda birokrasi, Gubernur juga mengonfirmasi komitmen kemanusiaan Pemprov Papua. Tercatat, bantuan sebesar Rp500 juta telah disalurkan untuk penanganan kecelakaan laut di Kabupaten Kepulauan Yapen, serta bantuan Rp500 juta bagi korban bencana alam di Sumatera.
“Apa yang kami miliki, itu yang kami bantu. Mudah-mudahan dapat meringankan duka saudara-saudara kita,” pungkasnya. (*)



