JAYAPURA,FP.COM – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menginstruksikan penataan ulang kepegawaian dan menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai respons terhadap beban anggaran yang dihadapi Provinsi Papua. Instruksi ini disampaikan Fakhiri dalam apel pagi gabungan perdana di lingkungan Pemprov Papua, Senin (20/10).
Gubernur, didampingi Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen dan Pj Sekda Suzana Wanggai, menyoroti bahwa salah satu beban anggaran daerah berasal dari masalah kepegawaian.
“Beban anggaran Provinsi Papua ini karena banyak ASN yang harusnya dipindahkan tapi tidak mau karena nyaman di Provinsi Papua. Hari ini ke depan mulai kamu renungkan supaya kita sama-sama enak,” tegas Gubernur Fakhiri.
Fakhiri menyatakan bahwa penataan ASN akan dilakukan secara bertahap. ASN yang dinilai menumpuk dan enggan dipindahkan akan digeser ke instansi lain.
“Nanti secara bertahap kita akan geser, baik provinsi yang lain atau kementerian/lembaga yang ada di Provinsi Papua,” jelasnya.
Selain itu, Gubernur juga menyoroti potensi pelanggaran disiplin berupa gaji ganda. Ia menugaskan Wakil Gubernur dan Kepala Kepegawaian untuk segera menindaklanjuti.
“Terus harus memilih, jangan mau dapat gaji di sini tapi mau juga ambil di tempat lain. Ini nanti akan dipimpin Pak Wakil Gubernur, saya minta dengan Kepala Kepegawaian segera dicek ulang dan laporkan kepada saya,” instruksi Fakhiri.
Pada aspek keuangan, Gubernur Fakhiri meminta seluruh SKPD fokus mengelola potensi daerah untuk meningkatkan PAD. Hal ini penting mengingat kondisi ekonomi nasional dan internasional yang sedang tidak baik-baik saja.
“Saya minta kita bisa menghasilkan, mengkontribusikan PAD bagi Provinsi Papua sendiri. Penghematan ini bukan berarti kita terus buka tangan meminta. Potensi yang bisa kita kelola dari masing-masing SKPD, mari kita kelola dengan baik supaya Pendapatan Asli Daerah Provinsi Papua ini bisa meningkat,” katanya.
Peningkatan PAD, lanjutnya, akan kembali untuk perbaikan pelayanan bagi masyarakat dan kesejahteraan pegawai.
Di akhir arahannya, Fakhiri memberikan peringatan keras terhadap praktik penyimpangan anggaran sekecil apapun di jajaran SKPD. “Banyak hal yang saya sudah dengar disampaikan oleh banyak orang. Lewat kesempatan ini saya minta kepada semua jajaran SKPD ini dikelola dengan baik. Yang suka ambil sedikit-sedikit, kamu stop,” tutupnya. (AiWr)


