JAYAPURA,FP.COM – Pemerintah Provinsi Papua menegaskan bahwa stabilitas sosial merupakan syarat mutlak bagi keberlanjutan pembangunan daerah. Guna memastikan kondisi tetap kondusif, pemerintah secara aktif melibatkan tokoh lintas agama sebagai mitra strategis dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat.
Hal tersebut menjadi poin utama dalam pertemuan antara Pemerintah Provinsi Papua dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Persekutuan Gereja-gereja Papua (PGGP) di Kota Jayapura, Senin (4/5/2026).
Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menyatakan bahwa keberhasilan pembangunan di Bumi Cenderawasih tidak hanya diukur dari fisik infrastruktur, tetapi juga dari suasana kedamaian yang dirasakan masyarakat.
“Peran tokoh agama sangat krusial untuk menjaga suasana tetap damai. Dengan kondisi yang kondusif, program pembangunan di Papua dapat berjalan lebih maksimal dan menyentuh semua lapisan,” ujar Matius D. Fakhiri.
Gubernur menambahkan, keterlibatan tokoh agama merupakan bagian dari pendekatan humanis pemerintah agar arah kebijakan tetap selaras dengan kondisi sosial budaya setempat. Komunikasi intensif antara umaro (pemerintah) dan ulama/tokoh agama dipandang sebagai solusi efektif dalam merespons berbagai persoalan di daerah secara cepat dan tepat.
“Papua ini adalah rumah kita bersama. Karena itu, kebersamaan dan kerukunan harus terus dijaga oleh semua pihak tanpa terkecuali,” tegas Gubernur.
Melalui sinergi yang terus diperkuat ini, Pemerintah Provinsi Papua optimistis dapat menciptakan lingkungan yang aman bagi investasi dan percepatan kesejahteraan, sekaligus menjadikan Papua sebagai contoh toleransi umat beragama di Indonesia.


