JAYAPURA,FP.COM – Guna mendorong diversifikasi produk dan meningkatkan nilai jual usaha di sektor pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Papua menyelenggarakan pelatihan kuliner selama tiga hari, 3 hingga 5 Desember 2025.
Pelatihan ini berfokus pada pengembangan fusion food (masakan perpaduan) dengan memanfaatkan bahan baku lokal unggulan seperti sagu dan ubi jalar.
Dalam sesi praktik pelatihan yang berlangsung di Jayapura (4/12), para peserta yang terdiri dari pengelola daya tarik wisata di Kota Jayapura diajarkan untuk mengolah bahan lokal menjadi menu internasional yang inovatif, salah satunya adalah Pizza Mini Ubi Jalar dan Brownies Sagu.
Chef Utiarli Manda, pengajar dalam pelatihan tersebut, menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan upaya strategis untuk menciptakan menu baru yang menarik bagi wisatawan.
“Pertama, kita buat pizza mini ubi jalar. Bahannya tetap pakai adonan roti, lalu kita pakai ubi jalar ungu yang dikukus, dihaluskan, baru dicampur dengan adonan roti tadi,” terang Chef Utiarli.
Ia menambahkan, meskipun rencana awal menggunakan topping ulat sagu gagal karena kendala teknis dan diganti dengan smoked beef, inti dari pelatihan adalah menunjukkan bahwa bahan lokal memiliki potensi global.
Chef Utiarli mengapresiasi antusiasme peserta, yang menunjukkan kesiapan mereka dalam menciptakan makanan perpaduan (fusion food).
“Saya lihat ibu-ibu sangat antusias membuatnya. Sangat bagus untuk orang pemula membuat fusion food, pencampuran bahan dari Italia [pizza] dicampur ubi ke dalamnya,” jelasnya. “Kita campur antara menu Italia dengan bahan lokal yang di Jayapura sini.”
Selain Pizza Ubi Jalar, Brownies Sagu juga diajarkan dengan tujuan untuk memberikan inspirasi bagi pengelola usaha agar tidak bergantung pada satu jenis produk saja, sehingga pendapatan lebih stabil.
“Menu kedua kita buat brownies sagu ini supaya nanti di tempat usaha para Ibu-ibu bisa berkreasi menyajikan olahan kue dengan yang lainnya, contohnya bagi penjual kelapa muda,” pungkas Chef Utiarli.
Dengan penguasaan teknik fusion food ini, Disbudpar Papua berharap para pengelola daya tarik wisata dapat memaksimalkan potensi pangan lokal untuk menambah variasi produk dan meningkatkan keuntungan usaha secara kontinyu. (AiWr)



