JAYAPURA,FP.COM – Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Papua menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Tahun 2026 di Kota Jayapura, Selasa (14/4/2026). Pertemuan ini menjadi ajang konsolidasi akbar untuk menyatukan arah kebijakan kependudukan di seluruh wilayah Tanah Papua.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Provinsi Papua, Ketua TP-PKK dari empat provinsi di Papua, serta pimpinan lembaga dan organisasi kemasyarakatan. Kehadiran perwakilan dari Provinsi Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas daerah dalam menyukseskan program kependudukan.
Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, saat membuka acara secara resmi menekankan bahwa Rakorda ini adalah momentum vital untuk memastikan setiap kebijakan dapat diimplementasikan hingga ke tingkat keluarga.
“Rakorda ini strategis untuk menyatukan arah kebijakan agar dampak pembangunan dirasakan langsung oleh masyarakat Papua. Kita harus bergerak bersama untuk menyiapkan SDM yang berkualitas,” ujar Aryoko membacakan sambutan Gubernur Papua.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Sarles Brabar, menjelaskan bahwa agenda utama Rakorda tahun ini adalah menindaklanjuti hasil Rakornas yang telah dilaksanakan pada Februari lalu. Rakorda menjadi wadah untuk membedah isu-isu strategis pusat agar dapat diadaptasi sesuai dengan kearifan lokal di Papua.
“Menteri meminta agar isu strategis pusat ditindaklanjuti secara nyata di daerah. Melalui Rakorda ini, kita menyelaraskan visi untuk mewujudkan generasi emas 2045 melalui penguatan sumber daya manusia di tingkat lokal,” jelas Sarles.
Salah satu poin krusial yang disepakati dalam Rakorda ini adalah pemberian ruang yang lebih besar bagi pemerintah daerah untuk melakukan aksi nyata dalam program 3PS (Percepatan Pencegahan Penurunan Stunting).
Berbeda dengan pola tahun-tahun sebelumnya, kini daerah didorong untuk lebih mandiri dan proaktif dalam melakukan intervensi lapangan tanpa harus bergantung penuh pada instruksi teknis dari pusat.
Sebagai hasil dari pertemuan ini, BKKBN Papua menekankan perubahan paradigma kerja yang lebih inklusif. Program-program Bangga Kencana ke depan akan lebih diarahkan pada gerakan masyarakat yang akrab di telinga warga, seperti Gerakan Ayah Teladan dan Lansia Berdaya (Sidaya), guna meningkatkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat Papua. (AiWr)


