Pukul Pemain Lawan, Pemain Cenmud Dijatuhi Sanksi Berat

  • Whatsapp
Perwakilan Tim Cenderawasih Muda dalam pertemuannya dengan Komisi Disiplin Turnamen Sepakbola Adolof Kabo Cup 2021, di ruang pertemuan Stadion Sanggeng Manokwari, Selasa(26/10/2021)

MANOKWARI,FP- Komisi Disiplin Turnamen Sepakbola Adolof Kabo Cup 2021 menjatuhkan sanksi tegas kepada salah satu pemain Cenderawasih Muda (Cenmud) yang melakukan pemukulan terhadap pemain Mutiara Hitam. Selain itu, Komisi Disiplin juga menolak sejumlah protes tertulis yang dilayangkan ke panitia, karena tidak sesuai prosedur juga tidak sesuai fakta di lapangan.

“ Keputusan itu berdasarkan hasil sidang Komisi Disiplin bersama perwakilan klub yang bersengketa, wasit dan panitia,” ucap Ketua Panitia Turnamen Adolof Kabo Cup 2021, Piton Wabia usai mengikuti sidang Komisi Disiplin, di ruang pertemuan Stadion Sanggeng Manokwari, Selasa(26/10/2021).

Read More

Piton menjelaskan, sanksi yang diberikan kepada pemain yang terbukti memukul pemain lawan adalah dengan dicoret dari daftar pemain dan tidak diperkenankan untuk bermain lagi bagi timnya. Pemain memukul pemain lawan adalah pelanggaran berat yang tidak dapat ditolelir dan sanksinya sudah tertuang dalam Peraturan  Umum PSSI dan Peraturan Khusus.

Selain itu, Komisi Disiplin juga menolak surat protes dari salah satu tim, karena tidak sesuai prosedur. Dalam aturan sudah tertuang, apabila ada tim yang akan mengajukan protes harus disertai dengan biaya protes sebesar Rp 1.000.000,-. Namun hingga waktu sidang dilakukan, tim tersebut tidak menyerahkan biaya protes.

Ketua Panitia Turnamen Adolof Kabo Cup 2021 dan Komisi Disiplin ketika mendengar keterangan dari perwakilan tim-tim yang berselisih di ruang pertemuan Stadion Sanggeng Manokwari, Selasa(26/10/2021).

Meski demikian, diskusi secara kekeluargaan tetap dibangun oleh panitia. Perwakilan tim yang bersengketa dipertemukan dan saling berbicara dari hati ke hati. Harapannya agar semua tim melihat turnamen ini sebagai ajang persatuan dan kebersamaan untuk membangun kembali sepakbola di Manokwari.

“Menggulirkan turnamen ini tidak mudah. Sudah tiga kali pembatalan karena situasi Covid-19. Tapi bagaimana panitia telah bersusah payah dan bekerja keras meyakinkan pemimpin daerah agar iven yang kita semua rindukan bersama telah direstui dan bisa jalan saat ini,” tandasnya.

Piton berharap kepada tim-tim yang bersengketa hendaknya dapat menerima keputusan ini dengan hati yang lapang. Karena tidak ada maksud lain dari panitia selain menjaga turnamen ini dapat berjalan dengan baik dan membahagiakan semua tim, khususnya para pemain bola di Manokwari yang begitu lama haus untuk merumput lagi bersama si kulit bundar.*)

RS Abe

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *