Semua Departemen Fokus Penginjilan, Sesuai Tema “Bangkit, Mandiri dan Misioner”

  • Whatsapp
Ketua Umum BPP-PGBP, Pdt. Ronny Wanimbo, S.Th dan Sekretaris Umum Ev. Binias Wandik, S.Th memimpin Raker BPP Lengkap I PGBP.

WAMENA, FP.COM – Rapat kerja (Raker) BPP Lengkap I Persekutuan Gereja-Gereja Baptis (PGBP) telah berakhir, Sabtu (27/2/2021) lalu. Tiga hari membahas program-program prioritas semua departemen untuk dikerjakan lima tahun masa layan, semuanya fokus pada misi penginjilan, sesuai tema, “Bangkit, Mandiri dan Misioner.

Raker pengurus lengkap yang berlangsung pada Kamis (25/2/2021) dan berakhir Sabtu (27/2/2021) di Gereja Baptis Duta Injil Wamena, berlangsung dengan penuh semangat. Wajah-wajah baru, dengan semangat baru untuk mendukung pelayanan, menjadi motivasi besar bagi BPP-PGBP Masa Layan 2020-2025 di bawah kepemimpinan Pdt. Ronny Wanimbo.  

Read More

Hamba-hamba Tuhan peserta Raker, di hari pertama dan kedua Raker, membahas persoalan-persoalan di dalam jemaat, yang menjadi pergumulan, dan menjadi rekomendasi untuk PGBP. Setelah masalah-masalah yang kemukakan itu dibahas dan menjadi rekomendasi, departemen-departemen, maupun Yayasan, Forum Kaum Profesi Baptis, membahasnya menjadi program kerja.

Suasana Raker

Menariknya, semua departemen memaparkan program kerjanya yang saling terkait dan mendukung pelayanan Departemen Misi dan Penginjilan, seperti departemen pendidikan, departemen pemuda, departemen kesehatan.

Pengutusan dan Penginjilan

Rangkaian Raker BPP Lengkap I PGBP, ditutup dengan ibadah bersama, Minggu (28/2/2021) di Gereja Duta Injil Wamena. ibadah diisi dengan puji-pujian dari anak-anak sekolah minggu, jemaat dari gereja-gereja Baptis lainnya. Yang menjadi istimewa, di ibadah minggu itu, Ketua Umum BPP-PGBP, Pdt. Ronny Wanimbo mengukuhkan Badan Pelayan Gereja Baptis Duta Injil.

Ketua Umum BPP-PGBP PDt. Ronny Wanimbo mengukuhkan Badan Pelayan Gereja Baptis Duta Injil Wamena.

Setelah mengukuhkan badan pelayan gereja, Pdt. Ronny kemudian menyampaikan Firman Tuhan yang terambil dari Kitab Matius 28: 19-20 dengan tema, pengutusan dan penginjilan.

Pdt. Ronny mengatakan, di dalam pelayanan, yang paling utama adalah komitmen memberitakan injil. Di sini, pengutusan dan penginjilan adalah penekanan Yesus. “Yesus diutus untuk membawa berita injil dan Dia mengutus murid-muridnya untuk memberitakan injil keselamatan,” katanya.

Menurutnya, ada beberapa bentuk perintah untuk orang-orang percaya. Gereja-gereja Tuhan diperintahkan untuk memberitakan injil, tetapi perintah itu datang bagi orang-orang percaya saat ini.

Bicara pengutusan, setelah membaptis murid-murid-Nya, Yesus mengatakan, pergilah! Di sini Yesus memerintahkan murid-muridnya untuk memberitakan injil. Berkaitan dengan Raker yang sudah berakhir dengan menghasilkan program-program kerja, Pdt. Ronny menyatakan sukacita karena semua departemen berbicara mengenai penginjilan. Kekerja untuk memenangkan jiwa.

Kaum profesi pun punya komitmen yang sama, mendukung pelayanan penginjilan. “Ini suatu kebangkitan yang luar biasa pada Penginjilan Jilid II,” ucapnya.

Di bagian ayat Firman Tuhan ini, Yesus kemudian berkata, ajarlah! Artinya, Yesus mengajarkan untuk tidak meninggalkan jemaat yang telah menerima baptisan, tetapi ajarlah mereka untuk tekun dan mengenal Yesus, memberitakan injil. “Terakhir Yesus berjanji, “Aku akan menyertai engkau sampai akhir jaman”. Karena itu, utamakan untuk mencari kehendak Allah,” harap Pdt. Ronny.

Laporkan Hasil Raker

Sekretaris Umum BPP-PGBP, Ev. Binias Wandik, S.Th, pada kesempatan ibadah Minggu juga menyampaikan hasil Raker, dengan tema, “Jadilah Kehendak-Mu”, di hadapan jemaat.

Binias menjelaskan Visi dan Misi BPP-PGBP Masa Layan 2020-2025, yakni, “PGBP Bangkit, Mandiri dan Misioner. Langkah BPP-PGBP untuk menjawab visi, Bangkit, Mandiri dan Missioner terangkum dalam beberapa poin.

“Visi Bangkit, BPP menata secara menyeluruh akan meningkatkan kualitas iman untuk dipersiapkan menjadi orang-orang percaya yang memiliki kepastian keselamatan dan memenangkan jiwa-jiwa baru bagi Kristus melalui pelayanan dua arah, baik ke dalam dan keluar.

Selain itu, menata pondasi masa depan gereja yaitu mempersiapkan SDM yang andal dan berkualitas. “Penataan dimulai dari pelayanan sekolah minggu dan pembinaan generasi muda di gereja-gereja lokal. Mempersiapkan metode-metode serta Pembina-pembina yang tepat sesuai dengan kebutuhan tantangan masa kini,” jelas Binias.

BPP sebagai fungsi operatif dan rekomendasi, melaksanakan pengawasan terhadap system penyelenggaraan yayasan pendidikan dan lembaga-lembaga pendidikan Baptis Papua. BPP juga membuka diri dan membangun relasi dengan lembaga dan yayasan-yayasan yang berkomitmen mendukung pelayanan penginjilan.

Visi Mandiri, lanjut Binias, menetapkan dan melaksanakan system penginjilan Jilid II yang tepat untuk memenangkan jiwa bagi Kristus. Kemudian, menetapkan dan melaksanakan system pengelolaan organisasi yang benar sebagai organisasi nasional yang berbadan hukum.

“Mengelola dan menetapkan manajemen keuangan BPP-PGBP dengan sistem pengelolaan secara permanen, penggunaan keuangan secara terbuka dan transparan,” jelasnya. Tak kalah penting, mengelola SDM untuk menjawab tantangan masa kini yaitu meningkatkan kualitas iman, kesehatan dan ekonomi jemaat.

Selanjutnya, visi Missioner yaitu melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus, memuridkan, membaptiskan dan mengajar untuk mendewasakan. “Mempersiapkan tenaga-tenaga misi lokal untuk memenangkan jiwa-jiwa bagi Kristus,” ujar Binias.

Masalah-masalah di wilayah-wilayah seperti praktik gereja terhadap poligami, judi, togel, tuntutan terhadap keluarga yang meninggal, lanjut Binias, semuanya akan ditertibkan dalam konferensi wilayah-wilayah PGBP yang saat ini berjumlah 19 wilayah.

Mengakhiri ibadah gabungan, Ketua Departemen Misi dan Penginjilan, Pdt. Amelia Yigibalom menyampaikan orasi penginjilan. Amelia berorasi dengan penuh semangat. Katanya, setiap kabupaten akan ada pos-pos PI setiap tahun. Dari bulan Maret hingga Mei, Departemen Misi dan Penginjilan akan melakukan survey ke jemaat-jemaat sampai Papua Nugini dan Australia.

Di bulan Oktober yang merukan bulan misi gereja Baptis, ia berharap keluarga-keluarga dalam gereja menjadi missioner. “Dari jumlah 271 jemaat Baptis saat ini, semua akan diutus sebagai tenaga misi,” ucap Amelia optimis. (Frida)

RS Abe

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *