Bupati Keerom Tegaskan Keseriusannya pada Replanting Sawit

Bupati Keerom Piter Gusbager dan Wakil Bupati Wahfir Kosasih usai Penanaman Sawit di PIR 1 (30/4)

YANAMAA, FP.COM – Bupati Piter Gusbager kembali menegaskan keseriusannya mendukung program peremajaan sawit rakyat (PSR) di Kabupaten Keerom. Hal itu ditandai dengan penanaman di atas lahan 2 hektar di kampung Yanamaa PIR 1, Selasa (30/4).

Pada kesempatan itu, Bupati Gusbager menampik tudingan bahwa pemkab tak mendukung PSR. Menurutnya, demi menyukseskan program PSR itu, dirinya harus mati-matian meyakinkan masyarakat adat yang sebelumnya menolak peremajaan sawit.

Read More

“Sawit ini orang adat sudah tolak. Sejak 2012 terhenti sampai saat ini. Jadi tidak ada cerita berkembang di jalan-jalan bahwa pemerintah Kabupaten Keerom tidak mendukung sawit rakyat. Kami yang memulai ini barang.”

Gusbager pun menegaskan jika pihaknya sejak tahun 2023 dan 2024 telah menganggarkan PSR sebagai wujud dukungannya kepada para petani sawit. Tak hanya itu, Pemkab juga telah bertemu dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit ( BPDPKS ) selaku lembaga yang ditunjuk Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang berperan menggelontorkan dana dalam pengembangan kelapa sawit berkelanjutan sebagai salah satu komoditas strategis Indonesia.

“Kita harapkan tahun depan petani sawit mulai menanam sawitnya. Kita anggarkan tahun ini sampai tahun depan itu PSR akan jalan. Pimpinan BPDPKS sudah bertemu dengan kami langsung beberapa bulan lalu dan kita komitmen akan membentuk kelompok-kelompok baru untuk penyaluran dana BPDPKS lewat kementerian keuangan mulai bergulir lagi tahun depan. Sehingga kelompok-kelompok ini mempunyai kekuatan hukum untuk menerima bantuan BPDPKS untuk PSR sawit rakyat Kabupaten Keerom seterusnya” beber Gusbager.

Bupati Keerom cukup optimis bahwa sawit akan berdampak pada perekonomian masyarakatnya. Optimisme itu didasarkan pada fakta sebelumnya di mana ketika perkebunan sawit itu masih produktif mampu menghasilkan pendapatan sekitar 45 miliar setiap tahunnya. Dengan kondisi terkini, diperkirakan setiap kepala keluarga kehilangan (lost) pendapatan di kisaran 5 juta rupiah.

Replanting kelapa sawit adalah proses cara mengganti tanaman sawit yang sudah tidak produktif/ ekonomis lagi (>25 tahun) atau produktivitas yang rendah (<10 ton TBS/ha/tahun). (Ai)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *