JAYAPURA,FP.COM – Pemerintah Provinsi Papua mengambil langkah besar dalam memperkuat kemandirian sumber daya manusia (SDM) kesehatan dengan menyiapkan program pendidikan dokter spesialis di dalam daerah. Sebagai tonggak awal, program pendidikan spesialis anestesi dijadwalkan akan diluncurkan secara resmi pada 27 Februari 2026 mendatang.
Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, menegaskan bahwa pengembangan pendidikan spesialis ini merupakan strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas layanan medis sekaligus memutus ketergantungan terhadap tenaga medis dari luar daerah.
Dalam skema besar ini, Rumah Sakit (RS) Dok II Jayapura diposisikan sebagai rumah sakit pendidikan utama yang diarahkan untuk membuka berbagai program pascasarjana medis. Peluncuran program perdana ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Pemerintah Provinsi Papua dengan Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih (Uncen).
“RS Dok II kita siapkan sebagai pusat pendidikan spesialis. Program ini akan diluncurkan langsung oleh Gubernur Papua bersama Rektor Universitas Cenderawasih,” ujar Aryoko Rumaropen di Jayapura, Selasa (17/2/2026).
Sementara itu, untuk menciptakan sistem yang berjenjang, RS Abepura akan difokuskan sebagai rumah sakit pendidikan bagi program profesi dokter (koas). Pembagian peran ini diharapkan membuat ekosistem pendidikan kedokteran di Papua lebih terarah dan profesional.
Wakil Gubernur menekankan bahwa mencetak dokter spesialis dari putra-putri asli daerah adalah kebutuhan strategis yang mendesak. Hal ini bukan hanya soal keberlanjutan pelayanan, tetapi juga tentang penguatan tanggung jawab moral terhadap pelayanan medis di tanah sendiri.
“Yang akan menolong masyarakat Papua adalah orang Papua sendiri. Karena itu, anak-anak kita harus disiapkan sejak dini menjadi dokter dan spesialis handal,” tegasnya.
Program spesialis anestesi ini menjadi pintu masuk utama sebelum pembukaan program spesialis lainnya dilakukan secara bertahap. Pemerintah Provinsi Papua berharap seluruh pemangku kepentingan dan kalangan akademisi memberikan dukungan penuh agar pengembangan pendidikan kedokteran di Bumi Cendrawasih dapat berjalan berkelanjutan. (*)


