Data Covid-19 Lanny Jaya: 65 Reaktif, 7 Positif

  • Whatsapp
Bupati sekaligus Ketua Satuan Satgas Covid-19 Lanny Jaya, Befa Yigibalom

JAYAPURA, FP.COM – Data per hari kemarin, di Kabupaten Lanny Jaya, telah ditemukan 7 kasus positif Covid-19. Sah saja menyebut ini kenyataan pahit, namun, juga tak dapat dipungkiri, angka ini merupakan buah kerja keras satuan gugus tugas setempat yang sejak awal Juni lalu menggencarkan rapid test (tes cepat) di wilayahnya, bahkan kepada warga Lanny Jaya yang bermukim di Wamena (Jayawijaya).

Dalam upaya itu, dari 10.300 orang yang mengikuti rapid test, 65 orang dinyatakan reaktif. Sayangnya, tak semua yang reaktif ini bersedia mengikuti test swab.

Read More

iklan

iklan

“Hanya 22 orang melanjutkan ke tahap pemeriksaan sampel swab dan ditemukan 7 kasus positif, “ ungkap Befa Yigibalom, Ketua Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lanny Jaya.

Masih menurut Befa, penolakan sebagian besar dari kasus rekatif ini sungguh disayangkan. Petugas bahkan tidak berdaya, karena mereka melakukan perlawanan dengan kekerasan. Befa jelas kuatir, sikap warga ini akan berujung pada transmisi lokal, apalagi, mereka masih bebas berbaur dengan masyarakat umum.

Tak mau ambil risiko, dalam rapatnya bersama para stakeholder, Senin (13/7/2020) lalu, sebagai kepala daerah, Befa memerintahkan para kepala distrik untuk mengejar dan menjemput warga “kepala batu” tersebut. Ia meminta aparat TNI-Polri, dibantu relawan pemuda untuk mem-back up petugas di lapangan

“Mereka wajib mengikuti test swab dan karantina,” tegas Bupati Befa.

Rapat bersama Bupati, para kepala distrik, TNI-Polri, Senin (13/7/2020)

Befa juga mengingatkan kepada warga yang umurnya telah lanjut agar berhati-hati karena sangat rentan tertular virus ini akibat kekebalan tubuh yang telah menurun. Ia menginstruksikan dinas kesehatan dan jajarannya agar sigap setiap kali ada warga yang meninggal tiba-tiba.

“Segera dilakukan test swab untuk memastikan penyebab kematian,” tekannya.

Sebelumnya, pintu keluar dan masuk Lanny Jaya telah dibatasi, hanya terbuka tiga kali seminggu. Jika minggu depan kasus positif terus meningkat, maka Bupati Befa memastikan menutup total daerahnya. Humas LJ Sembor/JP

KONI

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *