Dua Komoditas Ini Sumbang Inflasi di Kota Jayapura Sejak Awal 2021

  • Whatsapp
TPID Kota Jayapura melakukan sidak di sejumlah pasar tradisional dan modern/Foto: Istimewa

JAYAPURA, FP.COM – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Jayapura melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar tradisional dan modern pada Jumat (23/4/2021). Sidak dipimpin langsung Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano didampingi Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru dan Wakil Ketua TPID Provinsi Papua yang juga Kepala Bank Indonesia Perwakilan Papua, Naek Tigor Sinaga.

Naek Tigor Sinaga mengatakan, dua komoditas yang memberikan andil inflasi di Kota Jayapura sejak awal tahun 2020.  “Sejak Januari sampai Maret, menunjukkan tren peningkatan, setelah kami analisis disebabkan dua komoidtas utama yaitu cabai merah rawit dan ikan ekor kuning,” kata Naek.

Read More

iklan

iklan

Tingginya harga cabai rawit dan sejenisnya serta ikan ekor kuning  periode Januari sampai Maret 2021, kata Naek, menyebabkan Kota Jayapura mengalami inflasi.

“Sejak Januari sampai Maret, iklim kurang bersahabat, gelombang laut tinggi, curah hujan juga sangat tinggi mengakibatkan nelayan sulit melaut. Curah hujan yang tinggi juga mengakibatkan komoditas holtikultura yang biasanya didatangkan dari Kabupaten Keerom untuk memenuhi pasar ternyata banyak yang rusak, sehingga mengakibatkan tekanan harga yang luar biasa,” jelas Naek.

Untuk menjaga kestabilan harga di pasaran, pihaknya melakukan berbagai upaya diantaranya bekerjasama dengan daerah sentra cabai di Sulawesi Selatan dan Jawa Timur untuk memasok komoditi tersebut ke Kota Jayapura.

“Dengan pengendalian seperti itu, dan sesuai dengan iklim yang sifatnya temporer, kami yakin harga secara umum akan stabil, terlebih stok komoditi lainnya seperti beras sangat mencukupi,” lanjut dia.

Sementaraitu, Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano mengimbau kepada pelaku usaha di pasar modern maupun pasar tradisional agar tetap mengontrol harga bahan pangan. Dan juga kepada para distributor bahan pokok, Wali Kota mengingatkan agar tidak menimbun barang.

“Jangan sampai tiga hari menjelang Idul Fitri menaikkan harga, dan distributor jangan menimbun barang, karena kami bekerjasama dengan Satgas Pangan Polres Jayapura Kota melakukan operasi. Pemkot terus mengontrol ketersediaan bapok dan kestabilan harga, terlebih kita masih menghadapi Covid-19,” tegas Wali Kota. (FPKontr1)

KONI

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *