Evaluasi dan Inovasi Produk Jadi Dua Kunci Sukses UKM Timika Bangkit Di Masa Krisis

  • Whatsapp
Branch Manager JNE Timika, Harianto – Owner Pakapura, James Worang dan Owner Aneka Batik Papua Timika, Royani Fudjia dalam webinar JNE Ngajak Online 2021 – Goll…Aborasi Bisnis Online 2021, Jumat (15/10/2021).

TIMIKA,FP.COM Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan di 2024, 30 juta UKM di Indonesia mampu digitalisasi. Pemerintah berharap untuk mencapai target tersebut diperlukan adanya kemitraan strategis antar pelaku usaha lintas sektoral. Dalam hal ini perusahaan penyedia jasa logistik berperan besar sebagai penggerak distribusi sekaligus solusi bagi UKM Indonesia untuk melek digital, melalui beragam program pelatihan.

Sebagai mitra UKM Timika, JNE mengadakan gelaran webinar JNE Ngajak Online 2021 – Goll…Aborasi Bisnis Online 2021 Kota Timika. Melalui webinar online ini diharapkan UKM di Indonesia, khususnya di  Timika dapat mengembangkan kemampuan bersaing di dunia digital, baik dalam skala nasional dan global.

Read More

Harianto selaku Branch Manager JNE Timika membuka gelaran ini dengan berkomitmen untuk memperkenalkan produk UKM Timika ke seluruh Indonesia bahkan mancanegara. Komitmen ini kemudian dituangkan melalui berbagai program yang dijalankan UKM Timika, termasuk pelatihan  digital marketing dan dibukanya pintu kolaborasi bagi seluruh UKM Timika.

“Kita akan bantu UKM untuk perkenalkan produknya dipasarkan keluar, termasuk dengan pemberdayaan komunitas seperti workshop dan pelatihan gratis untuk meningkatkan daya saing UKM di era digital. Banyak yang masih perlu kita garap dengan adanya dampak COVID yang memaksa kita beralih ke sistem digital. Kita ingin JNE timika bisa memperkenalkan produk yang ada di Timika dengan jalan berkolaborasi”, buka Hari.

Sebagai narasumber, James Worang selaku owner Pakapura mengatakan pihaknya telah bekerjasama dengan JNE Timika dalam menjalankan bisnisnya. Hal ini didorong oleh kemudahan dan solusi yang ditawarkan JNE seperti adanya program COD, e-fulfillment, gratis jemput paket tanpa minimal berat, dan promo berkala.

Dalam situasi pandemi, James mengakui sangat terdampak pada usahanya. Pembatasan penerbangan mengakibatkan pengunjung berkurang, yang kemudian berpengaruh terhadap penjualan kaos Pakapura. “ Namun, dari momentum ini kita belajar bagaimana supaya survive,” Ujar Owner  Pakapura dengan taglinenya  ‘Dari Papua untuk Dunia’.

James menyiasati dampak yang terjadi dengan mengevaluasi relevansi produknya dengan kebutuhan pelanggan di pasaran. Dijelaskan, relevansi dan inovasi harus berkesinambungan, ditambah dengan marketing-nya. Kalau belum ada promo, saatnya menyusun program promosi, tidak hanya berjualan tapi ada sisi emosional supaya pelanggan lebih cepat mengambil keputusan.

Narasumber lainnya, Royani Fudjia selaku owner Aneka Batik Papua Timika, mengakui situasi Covid-19 memberi dampak pada usaha mereka. Situasi itu membuat mereka harus cepat berinovasi. “Kami mulai melek digital. Kami coba terjun ke digital dan menjajakan produk kami melalui instagram dan melakukan pembaharuan produk,” kata Royani.

Menggeluti usaha batik yang sangat kompetitif, Royani kemudian menjelaskan pentingnya memiliki unique value proposition. Value proposition adalah bagaimana penjual mampu mengatur kesan apa yang akan timbul dibenak pelanggan saat membeli produknya.

Value akan lebih melekat bagi pelanggan daripada membuat produk asal-asalan namun tidak mendapat perhatian yang lebih. Misalnya jangan membuat baju tapi pada umumnya, apa value lebih keunikan yang bisa kita kasih”, tegas Royani.

Batik yang dinilai sudah sangat ramai diperdagangkan menjadi tantangan bagi Royani untuk meraih minat pasar. Demi membangun citra berbeda dan unik, Royani kerap membuat motif sendiri dengan khas motif asal Papua seperti cendrawasih, patung asmat, dan corak tradisional lainnya.

Menutup diskusi JNE Ngajak Online 2021 Kota Timika, Royani kemudian menegaskan upaya Aneka Batik Papua untuk selalu memenuhi kebutuhan pelanggan “Ketika pelanggan belanja, perhatikan mereka mengeluhkan apa. Kami terima lalu kami buat produknya sesuai dengan apa yang pelanggan butuhkan. Intinya adalah jangan berhenti evaluasi produk dan jangan lupa selalu mengambil feedback dari konsumen,” tandasnya.

Sebagai informasi, Timika merupakan kota ke-53 dari gelaran webinar JNE Ngajak Online 2021 – Goll…Aborasi Bisnis Online 2021 yang sebelumnya telah dilakukan di Yogyakarta. Gelaran webinar ini turut hadir dalam rangka memperingati hari jadi kota Bontang yang ke-25 pada 04 Oktober 2021.  Setelah Kota Timika, gelaran roadshow ini akan kembali hadir di Kota Tanjungpandan pada 22 Oktober 2021. Roadshow di 60 kota di seluruh Indonesia, JNE Ngajak Online 2021 dimulai pada 26 Januari 2021 di Samarinda dan akan berakhir pada 29 Desember 2021 di Ternate.*)

RS Abe

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *