Geliat Singa London di Bursa Transfer

  • Whatsapp
Kai Havertz saat diperkenalkan sebagai pemain baru Chelsea/Istimewa

JAYAPURA.FP.COM – Setelah merampungkan proses negosiasi Kai Havertz dari Bayer Leverkusen, lengkap sudah kepingan terakhir puzzle Chelsea dalam upaya perombakan skuatnya di bursa transfer musim panas ini.

Havertz menjadi pemain ketujuh yang secara resmi diperkenalkan sebagai penggawa baru The Blues menyusul Hakim Ziyech, Timo Werner, Ben Chilwell, Thiago Silva, Xavier Mbuyamba, dan Malang Sarr.

Read More

iklan

iklan

Kabar kepindahan salah seorang pemain muda terbaik di Bundesliga ini memang telah dinanti-nantikan publik Stamford Bridge. Negosiasi yang alot antara Chelsea dan Bayer Leverkusen cukup jadi bumbu penyedap dalam proses transfernya.

Demi mendapatkan tanda tangan pemain berusia 21 tahun ini, Chelsea harus rela merogoh kocek sebesar £62 juta Poundsterling atau setara dengan 1,7 triliun rupiah. Angka ini sekaligus menjadikan Havertz sebagai pemain termahal asal Jerman.

Bursa transfer musim panas ini memang menjadi lahan subur bagi Singa London untuk memburu pemain-pemain incarannya guna menambah kekuatan jelang bergulirnya musim kompetisi 2020/2021.

Dari ketujuh pemain yang telah bergabung, Chelsea mengeluarkan biaya sekitar £195 juta Pounds. Walaupun tergolong royal, namun, sang pemilik klub Roman Abramovich tak perlu pusing. Belanja itu bisa ditutupi dari penjualan Eden Hazard ke Real Madrid dan Alvaro Morata (Atletico Madrid) yang totalnya mencapai £191,5 juta Pounds.

Sebelumnya, di awal musim 2019/2020, Frank Lampard yang dipercaya mengisi kursi kepelatihan Chelsea menggantikan Maurizio Sarri, sempat dipusingkan dengan larangan embargo transfer yang diterima Chelsea.

Sepeninggal Eden Hazard, Lampard hanya bisa memboyong Christian Pulisic dari Borussia Dortmund. Legenda klub London ini mesti memutar otak mencari solusi demi menambal komposisi skuatnya.

Praktis, Lampard hanya mengandalkan materi pemain-pemain lama dan memanggil para pemain muda binaan seperti yang selama ini dipinjamkan ke klub lain.

Kesempatan Lampard untuk memperbaiki kualitas skuatnya sempat terbuka saat larangan transfer itu dicabut pada bursa transfer musim dingin 2019/2020. Namun, sempitnya waktu jendela transfer membuat Lampard enggan memilih untuk menambah pemain baru.

Seharusnya, kini, dengan belanja hingga tujuh pemain, ia tak lagi pusing dengan kedalaman skuat yang dimilikinya. (Ray)

KONI

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *