Gerakan Pace Juara Minimalisir Disparitas Harga di Papua

  • Whatsapp
Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal saat memimpin pertemuan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (HLM TPID) Papua/ Dok. Disperindagkop Papua
FKUB Puasa

JAYAPURA, FP.COM – Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal mengharapkan Gerakan Pengendalian Cepat menuju Papua Satu Harga (Pace Juara) menjadi pendorong dalam menimimalisir disparitas harga, baik dari sisi intern maupun intra Papua sehingga masyarakat Papua dapat lebih maju dan sejahtera.

Harapan itu disampaikan Wagub Klemen Tinal dalam kegiatan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (HLM TPID) Provinsi Papua, Kamis (25/2/2021).

Read More

RS Dok2

Klemen juga mengapresiasi serta memberi dukungan terhadap pengendalian inflasi dan penanggulangan disparitas harga di Provinsi Papua, yang dikemas dalam gerakan Pengendalian Cepat menuju Papua Satu Harga (Pace Juara).

Gerakan “Pace Juara” memiliki fokus stabilisasi harga dan mengurangi disparitas harga melalui empat pilar utama yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif (4K). Dengan komitmen tindak lanjut sebagai berikut:

I. Keterjangkauan Harga

a. Mengoptimalkan infrastruktur untuk mendukung tol laut trayek T-19 (a.l. mempercepat pembangunan jalan dan jembatan dari Depapre menuju kota Jayapura) serta meningkatkan kapasitas gudang dalam rangka menurunkan biaya angkut barang.

b. Menyusun rekomendasi Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk jenis barang kebutuhan pokok dan barang penting lainnya.

c. Memanfaatkan aset yang belum optimal untuk mendukung program stabilisasi dan penurunan disparitas harga (a.l. pemanfaatan gudang, cold storage, sarana pertanian, kapal, dan mesin pengolahan komoditas).

II. Ketersediaan Pasokan

a. Meningkatkan produksi pangan strategis khususnya telur, cabai, ikan dan sagu (a.l. perluasan sentra produksi, perbaikan tata niaga, siklus tanam, infrastruktur dan SDM).

b. Meningkatkan kualitas dan cadangan pangan di sektor perikanan (a.l. penyediaan sarana air bersih, optimalisasi penggunaan cold storage, penyediaan infrastruktur kelistrikan, dan perbaikan proses pengolahan).

c. Menyusun peta komoditas unggulan dan potensi pangan yang berada di kabupaten/kota.

III. Kelancaran Distribusi

a. Mengoptimalkan peran BUMD sebagai perpanjangan tangan pemerintah, a.l. memperbaiki rantai tata niaga, meningkatkan kerjasama antar daerah dan menjadi mitra strategis pelaku usaha.

b. Meningkatkan koordinasi dan kerjasama antar instansi terutama dalam mengatasi arus bongkar muat barang pada saat libur panjang dan libur fakultatif.

c. Mengupayakan penyediaan subsidi transportasi terutama pada daerah terpencil yang memiliki akses terbatas.

IV. Komunikasi Efektif

a. Merencanakan dan melaksanakan operasi pasar secara reguler maupun insidentil di kabupaten/kota.

b. Melakukan diseminasi informasi ketersediaan pasokan kepada masyarakat baik melalui media massa, media elektronik maupun media lainnya.

c. Melakukan edukasi dan sosialisasi kepada pelaku usaha dalam rangka meningkatkan kelembagaan untuk mendapatkan akses pembiayaan (baik dari perbankan maupun akses pembiayaan lainnya). (FPKontr1)

FKUB

RS Abe

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *