Gubernur Fakhiri Buka Musrenbang RPJMD Papua: Tegaskan Perencanaan Bukan Sekadar Formalitas

Musrenbang RPJMD Provinsi Papua yang dihadiri Gubernur Papua dan Wamendagri Ribka Haluk di Jayapura (5/3)

JAYAPURA,FP.COM – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, secara resmi membuka forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Papua. Forum strategis ini digelar untuk membedah dan merumuskan arah kebijakan pembangunan Bumi Cenderawasih selama lima tahun ke depan.

Dalam arahannya, Gubernur Fakhiri menegaskan bahwa Musrenbang merupakan wahana krusial untuk konsolidasi visi dan sinkronisasi kebijakan. Ia mengingatkan jajarannya agar tidak terjebak dalam rutinitas administratif.

Read More

“Musrenbang bukanlah sekadar tahapan formalitas dalam siklus perencanaan daerah. Ini adalah kompas agar pembangunan Papua berjalan terukur, efektif, dan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat,” tegas Gubernur Fakhiri.

Momen menarik terjadi saat Gubernur menyapa para undangan. Secara khusus, ia melakukan “absen” terhadap para kepala daerah untuk mengecek komitmen mereka terhadap perencanaan wilayah.

Apresiasi diberikan kepada Bupati Jayapura dan Bupati Sarmi yang hadir secara langsung di lokasi acara. Dengan nada seloroh yang mencairkan suasana, Gubernur menekankan pentingnya kehadiran fisik dalam koordinasi pembangunan.

“Para Bupati harus tahu betapa pentingnya Musrenbang ini. Terima kasih Bupati Jayapura dan Bupati Sarmi sudah hadir. Kalau Sarmi tidak sampai, berarti jalan-jalannya terpotong lagi,” candanya yang disambut tawa hadirin.

Meski demikian, Gubernur juga memberikan catatan bagi daerah yang hanya mengikuti kegiatan secara daring atau diwakili, seperti Kabupaten Waropen (via Zoom), serta Biak Numfor dan Keerom yang mengutus Wakil Bupati.

Selain aspek ekonomi, Gubernur menyoroti bahwa kekuatan utama Papua terletak pada aspek non-fisik. Ia meminta Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) serta mitra pembangunan, termasuk program SKALA, untuk mengintegrasikan nilai sosial budaya ke dalam dokumen perencanaan.

Menurutnya, kekayaan sumber daya alam harus diimbangi dengan pengelolaan modal sosial yang kuat.

  • Keberagaman budaya sebagai pemersatu.
  • Kohesi sosial masyarakat yang terjaga.
  • Kualitas generasi muda yang terus berkembang.

Menutup sambutannya, Gubernur berharap Musrenbang ini mampu melahirkan dokumen perencanaan yang menjadi acuan tunggal bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta pemerintah kabupaten/kota. Tujuannya satu: memastikan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua dirasakan secara merata hingga ke tingkat akar rumput. (AiWr)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *