HUT ke-59 PTFI: Komitmen Keselamatan di Balik Kontribusi Rp70 Triliun untuk Negeri

Peletakan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan kepada korban penembakan oleh orang tak dikenal yang terjadi pada 11 Maret 2026 di area tambang terbuka Grasberg.

TEMBAGAPURA,FP.COM – Memperingati hari ulang tahun ke-59, PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar momen refleksi mendalam untuk menghormati sembilan karyawan yang gugur dalam setahun terakhir. Selain mengenang para korban, manajemen menegaskan komitmen penguatan keselamatan kerja dan pemulihan operasional tambang.

Peringatan tahun ini diwarnai duka mendalam. Jajaran manajemen memberikan penghormatan khusus kepada tujuh karyawan yang wafat akibat insiden material basah di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada September 2025, serta dua karyawan yang menjadi korban penembakan pada Februari dan Maret 2026.

Read More

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, melakukan peninjauan langsung ke area tambang terbuka Grasberg serta tambang bawah tanah Deep Mill Level Zone (DMLZ) untuk meletakkan karangan bunga.

“Kami mengenang mereka dengan penuh rasa duka dan hormat. Kehilangan ini sangat menyedihkan bagi kami semua. Kami berharap ke depan tidak ada lagi insiden serupa, baik bencana alam maupun gangguan keamanan, yang membahayakan keselamatan karyawan,” ujar Tony.

Di usia ke-59, PTFI mencatatkan diri sebagai salah satu perusahaan investasi asing dengan masa operasional terlama di Indonesia. Sepanjang tahun 2025, perusahaan menyetorkan sekitar Rp70 triliun kepada kas negara dalam bentuk pajak, royalti, dividen, dan penerimaan lainnya.

Selain kontribusi fiskal, PTFI juga menekankan manfaat langsung bagi masyarakat lokal:

  • Investasi Sosial: Mencapai hampir Rp2 triliun pada 2025, dengan komitmen tambahan sekitar USD 100 juta (Rp1,5 triliun) per tahun hingga akhir masa operasi.
  • Tenaga Kerja: Menyerap lebih dari 30.000 karyawan, di mana 40 persen merupakan Orang Asli Papua (OAP).

Terkait aspek bisnis, Tony mengungkapkan bahwa saat ini operasional PTFI masih dalam tahap pemulihan pasca-insiden. Tingkat produksi saat ini berada di angka 40–50 persen.

“Kami menargetkan produksi kembali mendekati 100 persen pada akhir tahun ini, dan mencapai kapasitas penuh pada awal kuartal tahun depan,” tegasnya.

Untuk mencapai target tersebut, PTFI memperkuat dua aspek utama:

  1. Standar Keselamatan: Pengetatan prosedur di tambang bawah tanah untuk mencegah kecelakaan kerja.
  2. Keamanan Ekstra: Penambahan personel keamanan di area Grasberg, mengingat status PTFI sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas).

Tony optimis kontribusi PTFI akan terus meningkat seiring tingginya harga komoditas mineral dunia. “Komitmen kami adalah menghadirkan produksi yang aman, terjaga, dan berkelanjutan (safe, secured, and sustainable production) bagi bangsa, negara, dan masyarakat sekitar,” tutupnya. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *