Imaji Papua Potret Kedaulatan Pangan Adat Lewat Dokumenter “Tong Masih Disini”

dok Imaji Papua

JAYAPURA.FP.COM – Rumah produksi dan komunitas kreatif Imaji Papua siap meluncurkan film dokumenter terbaru bertajuk “Tong Masih Disini”. Karya ini secara khusus memotret kedaulatan pangan adat serta ketahanan ekonomi rakyat berbasis hasil alam Papua dari hulu ke hilir.

Peluncuran film tersebut menjadi agenda utama dalam gelaran Impact Papua: Film, Culture & Creativity yang akan berlangsung di Halaman Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih (Uncen), Abepura, Kota Jayapura, pada Rabu, 12 Agustus 2026 mendatang, bertepatan dengan peringatan Hari Pemuda Internasional.

Read More

Melalui pendekatan human interest, “Tong Masih Disini” memperlihatkan bahwa komoditas lokal seperti sagu, kopi, sayuran, dan pinang bukan sekadar barang dagangan. Hasil bumi tersebut merupakan fondasi kedaulatan pangan dan identitas budaya yang mengakar kuat dalam tradisi masyarakat adat Papua.

Sutradara film “Tong Masih Disini”, Yulika Anastasia, menjelaskan bahwa film ini hadir untuk menegaskan pentingnya menghargai pangan lokal dan para pelaku ekonomi rakyat yang menjaga kedaulatan tersebut setiap hari.

“Kami percaya tidak ada kehidupan yang berjalan sendirian. Di balik secangkir kopi yang kita nikmati atau pangan yang kita konsumsi, ada petani, pengangkut, hingga pedagang yang bekerja menjaga rantai kehidupan. Film ini mengajak kita melihat bahwa kedaulatan dan masa depan Papua dibangun oleh kerja nyata yang saling menguatkan,” ujar Yulika di Jayapura.

Film dokumenter ini merangkum kisah inspiratif dari empat figur pelaku ekonomi lokal yang tersebar di berbagai daerah Papua:

  • Moses Yigibalom (Petani & Pengusaha Kopi di Tiom/Wamena)
  • Wene Kalolik (Petani Sayur & Tenaga Honorer di Lembah Baliem, Wamena)
  • Yakobus Yatmop (Ketua Kelompok Tani Sagu Adat di Merauke)
  • Mama Agustina Rontini (Penjual Pinang di Kota Jayapura)

Yulika mengungkapkan, meskipun keempat tokoh ini tidak saling mengenal, aktivitas mereka dalam mengolah hasil alam adat terhubung secara alami dalam satu rantai ekonomi yang menjaga ketahanan pangan daerah.

Berbeda dari pemberitaan media arus utama yang kerap menonjolkan narasi konflik, “Tong Masih Disini” menyajikan visual autentik dari kebun kopi di Pegunungan, perkebunan sayur lokal, hutan sagu di wilayah selatan, hingga lapak pasar di kawasan perkotaan. Film ini menegaskan bahwa setiap peran masyarakat adat dalam mengolah tanahnya adalah bentuk kedaulatan yang nyata.

Peluncuran film pada 12 Agustus 2026 mendatang di Museum Loka Budaya Uncen juga akan dilengkapi dengan peragaan busana (Fashion Show) berbasis rajutan noken khas Wamena, pameran fotografi, pameran ilustrasi, serta pertunjukan musik lokal. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *