Ingin Masyarakat Melek Digital, Bupati Gusbager Pastikan 2026 Tak Ada Blank Spot Internet di Keerom

Bupati Keerom di dampingi Plt Asisten II Setda Provinsi Papua pada Peletakan Batu Pertama Pembangunan Videotron, Akses Internet dan Tanda Tangan Elektronik dalam rangka HUT Keerom ke-21 (26/4) di kampung Asyaman

KEEROM, FP.COM – Bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Papua, Pemda Kabupaten Keerom menghadirkan media luar ruang atau out of home (OOH) untuk mewujudkan transformasi digital di Negeri tapal batas.

Hal itu ditandai dengan kegiatan peletakan batu pertama pembangunan videotron di kampung Asyaman, launching tanda tangan elektronik (TTE) serta pemasangan fasilitas internet di 5 titik.

Read More

Bupati Piter Gusbager dalam arahannya menyebut, hal itu merupakan momen bersejarah di Kabupaten Keerom.

“Ini sebuah stepping stone menuju masyarakat modern. Informasi dan teknologi sudah menjadi menu harian kita dari pagi hingga malam hari,” sebut Gusbager.

Menurutnya, dengan tersedianya media videotron maka potensi, program dan hasil-hasil pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah dapat terekspos dan tersebar di kalangan masyarakat.

“Ini menjadi papan informasi bagi masyarakat, lokasi ini ditunjuk langsung oleh saya. Jadi pemerintah sangat serius dengan kabupaten ini. Untuk itu, masyarakat saya ajak untuk bersatu. Tidak ada cara lain selain bersatu,” serunya.

Di lain sisi, kemunculan internet menurut Gusbager memang mendatangkan banyak manfaat dan juga berdampak positif bagi kelangsungan hidup para penggunanya. Namun, sebuah pembaharuan atau kemajuan tidak selamanya membawa dampak positif akan tetapi juga membawa dampak negatif jika dimanfaatkan secara berlebihan tanpa batas.

Dia pun mengajak peran serta orang tua, pihak sekolah dan pihak terkait lainnya untuk mengawasi anak-anak dalam mengakses internet ke depannya.

“Penguasaan teknologi dan informasi menjadi salah satu syarat yang harus dimiliki masyarakat Keerom untuk menghadapi perubahan hari ini.”

Tak lupa, pada kesempatan itu, Gusbager memberikan apresiasi kepada Pemprov Papua yang dinilainya sangat serius mendukung Kabupaten Keerom.

“Kesempatan ini saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Provinsi Papua dan seluruh jajaran yang terus memperhatikan kabupaten ini. Banyak perhatian yang diberikan kepada kami, salah satunya Infrastruktur jalan,” akunya.

Ia pun memastikan konektivitas melalui Internet akan terhubung seluruhnya di wilayah Kabupaten Keerom secara bertahap.

“Saya pastikan 2025 sampai 2026 tidak ada lagi blank spot di Kabupaten Keerom. Internet dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan masyarakat Keerom”,ujar Bupati Gusbager.

Sementara itu, Plt Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua Suzana Wanggai mengatakan, Pemprov Papua begitu concern terhadap transformasi digital di seluruh kabupaten/kota di Papua termasuk mendorong penerapan e-office.

Hadirnya media luar ruang, menurut Suzana, merupakan salah satu upaya peningkatan literasi digital. Salah satunya dengan menghadirkan saluran-saluran media yang mudah dan dekat dengan masyarakat.

“Saluran media banyak hal yang digunakan meliputi media cetak, elektonik, media online dan juga media luar ruang. Untuk media luar ruang pemerintah provinsi Papua juga memberikan perhatian yang mana sejak 2013-2023 telah banyak membangun papan-papan videotron yang tersebar di beberapa kabupaten/kota,” kata Suzana.

“Pada tahun 2024 ini Pemprov menyediakan papan videotron di Kabupaten Supiori, Waropen dan salah satunya hari ini di Kabupaten Keerom,” lanjut Suzana.

Untuk memudahkan penggunaanya, Pemprov Papua mengharapkan agar OPD pengampu, dalam hal ini Dinas Kominfo Kabupaten Keerom, dapat memberikan dukungan dalam bentuk infrastruktur maupun penguatan kapasitas SDM sehingga lebih maksimal.

Bupati Keerom Piter Gusbager saat meninjau para pedagang di pasar kampung Asyaman

Usai peletakan batu, Bupati Keerom dan Plt Asisten II Setda Provinsi Papua melakukan peninjaun di pasar kampung Asyaman. Pada kesempatan itu Bupati Gusbager memberikan dukungan kepada para pedagang yang didominasi Mama-mama asli Papua. (Ai)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *