Ini Rekomendasi BI Dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Papua

  • Whatsapp
Joy sailing coffee morning Kepala BI Papua, Naek Tigor Sinaga bersama stakeholder di atas Kapal Wisata Youtefa, Rabu (12/2/2020)/Foto: Istimewa

JAYAPURA, FP.COM– Pertumbuhan ekonomi Papua pada tahun 2019 terkontraksi cukup dalam sebesar -15,72 persen, menurun dibandingkan tahun 2018 yang tumbuh 7,37 persen, dan lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang tumbuh sebesar 5,02 persen.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua, Naek Tigor Sinaga dalam kegiatan joy sailing (berlayar dengan gembira) coffee morning bersama stakeholder di atas Kapal Wisata Youtefa, Rabu (12/2/2020).

Read More

iklan

iklan

Dia melanjutkan, kontraksi ekonomi Papua pada tahun 2019 disebabkan oleh kontraksi lapangan usaha pertambangan dan penggalian yang menurun, sementara perekonomian Papua apabila tanpa tambang tumbuh positif 5,03 persen dibandingkan tahun 2018.

“Secara umum pertumbuhan ekonomi Papua dipengaruhi oleh lapangan usaha karena pangsanya yang besar dengan tingkat korelasi pertambangan dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar 0,994,” ujar Naek.

Melihat kondisi tersebut, BI memberikan sejumlah rekomendasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Papua melalui sumber ekonomi baru.

Rekomendasi tersebut antara lain, memperlancar sistem pembayaran melalui implementasi Quick Response Indonesian Standard (QRIS) di Papua.

Selain itu, kata Naek, meningkatkan peran sektor pariwisata dalam perekonomian Papua, meningkatkan peran UMKM dalam mendukung pariwisata, menaikkan skala ekonomi UMKM Papua melalui pemanfaatan teknologi digital.

“Dan mendorong ekspor produk UMKM ke Papua Nugini serta menaikkan skala ekonomi UMKM Papua melalui pendampingan UMKM dalam bentuk klaster,” ujar Naek.

Melihat kondisi ekonomi terkini dan indikator pertumbuhan ekonomi lainnjya, ekonomi Papua pada triwulan I tahun 2020 diperkirakan tumbuh terbatas pada kisaran 1,45 – 1,85 persen.

Peningkatan kinerja perekonomian Papua didorong oleh adanya perubahan rencana produksi perusahaan tambang terbesar di Papua yang meningkatkan rencana produksinya.

“Selain itu, kinerja lapangan usaha administrasi pemerintah dan konstruksi diperkirakan tumbuh lebih tinggi sejalan dengan adanya peningkatan dalam rangka persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua,” ucapnya. (FPKontr1)

KONI

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *