Ini yang Dilakukan Bank ANP Jaga Kinerja di Tengah Pandemi

  • Whatsapp
Suasana pelayanan di Bank ANP.
FKUB Puasa

JAYAPURA, FP.COM – Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia termasuk di Papua mempengaruhi perkembangan bisnis perbankan salah satunya PT Bank Perkreditan Rakyat Anak Negeri Papua (Bank ANP).

Direktur Utama Bank ANP, Nuri Irianti mengatakan pengaruh terhadap bisnis bank lantaran perekonomian masyarakat yang menjadi nasabah Bank ANP mengalami penurunan berimbas pada bisnis bank.

Read More

RS Dok2

Meski demikian, manajemen Bank ANP mampu menjaga kinerja sehingga masih bertumbuh dengan tren positif di tengah pandemi.

Hal itu terlihat dari posisi laporan keuangan per Agustus 2020, kredit yang disalurkan telah mencapai 96 persen atau senilai Rp40,081 miliar dari target Rp41,871 miliar.

“Demikian juga dana pihak ketiga (DPK) telah mencapai 76 persen atau sebesar Rp44,278 miliar dari target Rp58,055 miliar,” kata Nuri, Selasa (8/9/2020).

Tetap membaiknya kinerja Bank ANP di tengah pandemi juga didorong oleh rendahnya kredit bermasalah. Pada posisi Agustus 2020, Non Performing Loan (NPL/kredit bermasalah) Bank ANP berada di bawah 2 persen. Termasuk laba yang mencapai 163 persen dari target yang ditentukan.

Nuri menyebut, dalam kondisi pandemi, pihaknya intens melakukan koordinasi dan komunikasi dengan para debitur, mengajak para debitur untuk bersama menghadapi situasi tersebut, melewati masa pandemi.

“Kita semua tidak menginginkan berada pada situasi seperti ini, oleh karena itu cara kami menjaga kinerja bank agar tetap bertumbuh di tengah pandemi yaitu aktif berkomunikasi dengan para debitur,” jelasnya.

Selaku jasa perbankan yang melayani kredit, tabungan dan deposito di wilayah kerja Papua, Bank ANP juga ikut memberikan restrukturisasi atau relaksasi kepada para debitur yang terdampak usahanya akibat pandemi.

Hingga Agustus 2020, relaksasi sudah diberikan kepada debitur sebanyak 21 persen dari total debitur.

“Debitur hanya membayar bunga saja selama 3 bulan tahap pertama, kalau usahanya masih belum normal, kita masih beri kesempatan 3 bulan lagi tahap kedua, tetapi ada juga debitur yang tidak melanjutkan relaksasi karena usahanya sudah mulai berjalan seperti biasa,” terang Nuri. (FPKontr1)

FKUB

RS Abe

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *