Jaring Suara Emas untuk Ajang Pesparawi XIV, LPPD Keerom Bergerilya di Lingkungan Aparatur Sipil Negara

Agus Samori, Pelatih Kepala Paduan Suara Pesparawi Keerom

ARSO, FP.COM – Lembaga Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejawi Daerah (LPPD) Kabupaten Keerom mengadakan audisi di lingkungan Aparatur Sipil Negara di aula Kantor Bupati Keerom pada Senin 12/6/23. Seleksi ini merupakan bagian dari misi untuk menyukseskan Keerom sebagai peserta dan juga tuan rumah ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIV se-Tanah Papua 2024 mendatang.

Audisi di kalangan ASN ini adalah upaya untuk mencari penyanyi-penyanyi berbakat dalam kategori paduan suara dewasa, campuran, wanita, dan pria. Sebab, kata Agus Samori, pelatih kepala tim paduan suara Pesparawi Keerom, berdasarkan evaluasi audisi sebelumnya, masih ada sejumlah kekurangan untuk penyanyi sopran, alto, tenor, dan bass, khususnya wanita sopran satu, sopran dua, alto satu, alto dua begitu juga untuk pria.

Read More

“Kami coba maksimalkan dengan melakukan audisi langsung bersama ASN di sini,” aku Samori.

Hasilnya, dari keseluruhan tiga hari audisi, lagi menurut Samori, potensi itu mulai bermunculan datang dari berbagai kalangan, baik gereja, pelajar, juga para ASN.

“Audisi yang sekarang dilakukan yaitu paduan suara, tapi untuk kategori lomba keseluruhan itu ada untuk solo wanita, pria, remaja, anak, vokal group remaja, pemuda, musik pop gerejawi dan musik gereja nusantara. Yang remaja ada yang kita jaring dari lomba pada hari ulang tahun kabupaten beberapa bulan lalu dan akan berlangsung juga dalam minggu ini,” ungkap Samori.

Sebelumnya, berkaitan dengan ajang Pesparawi tahun depan, Bupati Gusbager mengharapkan Keerom sukses dalam penyelenggaraan sekaligus berprestasi. Selain itu, Gusbager juga menginginkan agar tim seleksi memaksimalkan potensi lokal.

“Sebagaimana arahan Bapak Bupati kemarin, maka lembaga LPPD bekerja keras dibantu dari provinsi untuk bagaimana menyiasati persiapan Keerom. Untuk batas usia peserta yang dipatok 45 tahun oleh LPPD Provinsi, LPPD Keerom berharap diberi kelonggaran hingga batas usia 50 tahun.

Menurut rencana, ada 12 kategori lomba skala Nasional dan 6 kategori muatan lokal (mulok) yang akan dilombakan pada Pesparawi XIV 2024 mendatang. Kategori muatan lokal ini menurut Agus untuk menumbuhkan semangat dan kecintaan anak-anak Papua dalam mengenal kebudayaan daerahnya.

“Enam kategori mulok untuk melengkapi yang 12, walaupun yang mulok itu nantinya untuk skala Tanah Papua saja sedangkan 12 itu untuk menuju ke tingkat Nasional.”

“Setelah audisi ini, nanti kita akan evaluasi lagi, apakah semua sudah dijangkau atau bagaimana, nantinya kita akan lihat itu setelah audisi dan rapat bersama Bapak Bupati, Sekda dan tim,” tambah Agus. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *