Kejar Target Medali PON, FORKI Papua Harap Hak Atlet dan Pelatih Diperhatikan

  • Whatsapp
Foto bersama para pengurus FORKI Papua dalam jumpa pers di Jayapura
FKUB Puasa

JAYAPURA, FP.COM – Pengurus Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Papua meminta kepada Komite Olahraga Nasional (KONI) Papua memerhatikan hak-hak atlet dan pelatih cabang karate yang akan bertanding pada gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Read More

Mudik

“Kami sangat mohon perhatian, bantuan, ataupun kerja sama dengan KONI Papua dalam mendukung kegiatan atau rencana yang sudah dibuat oleh pelatih,” kata Ketua Pengprov Forki Papua Christina Luluporo dalam jumpa pers di Jayapura, Kamis (22/4/2021).

Menurut Christina, seluruh atlet karate Papua saat ini sudah sangat siap tampil dalam hajatan pesta olahraga nasional empat tahunan tersebut. Hanya saja, perhatian terhadap hak dasar atlet berikut pelatih harus diperhatikan demi meningkatkan motivasi dalam mengejar target medali.

Masih berkaitan dengan target medali, tak hanya soal hak atlet dan pelatih, Forki Papua, kata Christina, juga telah menyurat kepada KONI untuk rencana try out ke luar daerah, Mei mendatang. Ia berharap keinginan tersebut mendapat respons positif.

Christina berharap, dengan status Papua sebagai tuan rumah,  para atletnya memberikan kemampuan terbaiknya.

“Tentunya kami sangat mendukung dan tidak terlepas dari itu, kami minta doa dan restu dari seluruh masyarakat Provinsi Papua untuk mendukung dan berdoa bagi atlet kami yang akan bertanding,” harapnya.

Pelatih karate Papua, Zakarias Sogorom, menyebutkan, saat ini ia membagi tiga tahap latihan, yakni persiapan khusus, persiapan pra-pertandingan, dan persiapan pertandingan utama.

“Jadi efektifnya dalam lima bulan ini, kami membagi tiga tahap latihan. Persiapan khusus akan kami lakukan di bulan Mei-Juli. Sedangkan, persiapan pra-pertandingan kami lakukan di dua bulan berikutnya,” ujar Zakarias Sogorom.

Persiapan khusus yang dimaksud Zakarias adalah untuk memperbaiki teknik dan mempertajam kemampuan para atlet. Sementara, persiapan pra-pertandingan merupakan uji tanding untuk mengetahui kemampuan para atlet yang ditanganinya.

“Dua bulan waktu tahap persiapan pra-pertandingan itu akan kita gunakan untuk uji tanding. Harapannya, waktu pertandingan utama nanti para atlet sudah bisa mengantisipasi,” pungkasnya. (Ray)

FKUB

RS Abe

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *