Makna dan Filosofi di Balik Maskot dan Logo Pesparawi XIV se-Tanah Papua 2024

Official Logo dan Maskot Pesparawi XIV se-Tanah Papua 2024. Desain grafis : Fokus Papua

Burung Cenderawasih Raja (Cicinnurus Regius) menginspirasi lahirnya maskot Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIV se-Tanah Papua 2024. Bukan tanpa alasan burung surga ini dipilih. Meskipun langka, burung ini masih banyak berdiam di belantara Keerom yang luasnya mencapai 942.157,31 hektar atau 88,04 persen dari luas kabupaten.

Cenderawasih Raja yang disebut juga King Bird of Paradise memiliki warna paling cerah dari jenis cenderawasih lainnya. Secara morfologi, burung pejantan jenis ini memiliki warna kaki dan tungkai yang lebih kebiruan dibandingkan betina.
Tubuh burung cenderawasih raja jantan berukuran sekitar 16 cm dengan bobot 43 hingga 65 gram. Yang betina sedikit lebih panjang, yakni 19 cm dengan berat antara 38-58 gram.

Read More

Lantas, apa makna dan arti dari maskot tersebut, dan bagaimana tampilannya? Berikut penjelasannya!. Tampilan maskot sesuai warna asli burung cenderawasih raja, bulu merah dengan kaki biru. Sayapnya sejumlah 12 helai sebagai simbol keduabelas rasul pada agama Kristen dan Katolik yang mayoritas dianut masyarakat Papua, khususnya Keerom, sang tuan rumah.
Selain sayap luar, maskot juga punya sayap bagian dalam berwarna putih sebanyak tujuh helai, sesuai dengan jumlah suku besar yang ada di wilayah administrasi Kabupaten Keerom.

Maskot burung cenderawasih ini berdiri dengan anggun sambil memegang alat musik tiup (seruling) tradisional suku di Keerom yang disebut ‘yi’. Yi mempunyai nilai estetika dalam adat istiadat suku atau masyarakat Keerom. Alat ini dibunyikan pada acara adat tertentu oleh masyarakat. Yi dapat mengeluarkan bunyi atau suara sesuai irama dan kode tertentu.

Sementara, logo event akbar ini mengandung setidaknya tujuh unsur yakni Pulau Papua, sinar mentari, salib, yi, seruling, burung cenderawasih raja, dan tangga nada.

Dengan warna dasar biru, logo ini semakin elegan dengan kombinasi warna lainnya pada setiap objek/unsur yaitu hijau, kuning, putih, coklat, hitam dan merah.

Warna biru sendiri melambangkan kecerahan dan keindahan alam semesta. Hijau untuk kesuburan hutan alam Papua. Kuning perlambang kekayaan alam Papua. Putih adalah simbol cahaya atau terang hidup, coklat (tanah), hitam adalah warna kulit sekaligus bermakna keseriusan, keanggunan, kekuatan, kemuliaan dan kekuasaan yang absolut. Warna terakhir, merah, diartikan sebagai keberanian.

Di bawah logo terdapat tulisan “Seruling Kasih Suarakan Damai di Batas Timur Negeri untuk Indonesia”. Inilah tema besar Pesta Paduan Suara Gerejawi XIV se-Tanah Papua 2024. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *