JAYAPURA,FP.COM – Provinsi Papua bersiap menggebrak pasar internasional dengan rencana ekspor langsung produk olahan kayu merbau melalui Pelabuhan Jayapura. Langkah ini menandai pergeseran signifikan, di mana pengiriman tidak lagi bergantung pada pelabuhan perantara.
“Ekspornya melalui Pelabuhan Jayapura langsung ke negara tujuan, tidak lagi melalui pelabuhan lain,” jelas Plt. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Papua, Hartati Sofia Iwanggin (7/7).
Tak hanya kayu merbau, Pemerintah Provinsi Papua juga berencana memperluas cakupan ekspor dengan menyertakan komoditas lain yang diminati pasar global. “Rencana kami juga akan mengekspor briket dan kelapa ke negara tujuan yang membutuhkan,” tambah Hartati.
Untuk mewujudkan ambisi ini, Hartati menekankan pentingnya koordinasi, komunikasi, dan kerja sama erat antarinstansi terkait. Sinergi ini diharapkan mampu mengidentifikasi dan mengembangkan potensi komoditas ekspor lain yang dapat diberangkatkan melalui Pelabuhan Jayapura.
“Dengan meningkatnya kegiatan ekspor dari Provinsi Papua, diharapkan memberi dampak nyata kepada sektor perekonomian masyarakat Papua melalui PAD (Pendapatan Asli Daerah) dan penyerapan tenaga kerja,” harapnya.
Diskusi mendalam mengenai rencana ekspor ini sebelumnya telah dilakukan dalam sebuah pertemuan di ruang rapat Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Papua pada Kamis, 15 Juli. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Kehutanan, Aristoteles Ap, serta perwakilan dari berbagai instansi terkait lainnya. (*)


