Para Wanita di Dinkes Papua Dibekali Melalui Camp Wanita Bijak

  • Whatsapp
Hari pertama pelaksanaan camp wanita bijak Dinas Kesehatan Provinsi Papua.

JAYAPURA, FP.COM – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua membekali para ibu dan istri pejabat yang berada di lingkungan kerja Dinas Kesehatan Provinsi Papua melalui camp wanita bijak yang berlangsung selama tiga hari, sejak 4 hingga 6 Maret 2021 di Aula Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Kotaraja, Kota Jayapura.

Ketua DWP Dinkes Provinsi Papua Tience Kayame mengatakan, kegiatan camp wanita bijak ini juga salah satu program dari Kepala Dinas Kesehatan yang ingin para ibu dan istri pejabat yang ada di lingkungan Dinas Kesehatan ini mengalami revolusi mental.

Read More

iklan

iklan

“Kegiatan ini adalah bentuk perhatian dari Dinas Kesehatan, agar para ibu dan istri pejabat dapat menunjang kinerja para suami yang bekerja di Dinas Kesehatan Provinsi Papua,” ujar Tience Kayame yang merupakan istri dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Robby Kayame, kepada Fokus Papua, Kamis (4/3/2021).

Selain itu, ia juga berharap melalui kegiatan ini, para peserta camp wanita bijak ini bisa menjadi teladan, tidak hanya bagi suami dan keluarganya, namun bagi lingkungan di sekitarnya juga.

Camp wanita bijak Dinas Kesehatan Provinsi Papua ini diikuti sebanyak 20 peserta dengan menghadirkan 4 pemateri yang akan memberikan ilmu pembekalan kepada seluruh peserta selama tiga hari.

“Kami ingin melalui camp wanita bijak ini, para peserta bisa mendapatkan ilmu dan materi yang nantinya akan menjadi bekal dalam revolusi mental,” tambahnya.

Sementara itu, Sara Said Sambara, salah satu pemateri di hari pertama ini menyambut baik atensi dari seluruh peserta yang hadir. Meski di awal kegiatan respon tersebut belum begitu terlihat di masing-masing peserta.

Pada hari pertama ini, Sara memberi fokus kepada peserta untuk memahami fungsi dan tugas sebagai istri dan ibu di dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat. Pasalnya menurut Sara, banyak kasus di lingkungan rumah tangga yang terjadi karena istri dan ibu yang kadang abai terhadap perannya itu.

“Sebetulnya, tugas istri atau ibu di dalam keluarga lebih sebagai penolong. Oleh sebab itu, melalui ini kami berharap, tugas dan fungsi di dalam keluarga itu bisa dijalankan dengan baik,” tukasnya. (Ray)

KONI

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *