Pemprov Papua Ambil Alih Aset untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah

Plt Kabid Pajak Bapenda Provinsi Papua, Ardy Bengu

JAYAPURA,FP.COM – Pemerintah Provinsi Papua, melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), melaporkan realisasi pendapatan asli daerah (PAD) hingga Februari 2025 telah mencapai 11,05 persen, atau setara dengan Rp56,9 miliar. Angka ini merupakan bagian dari target PAD Tahun 2025 yang ditetapkan sebesar Rp515,4 miliar.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pajak Bapenda Provinsi Papua, Ardy Bengu, menjelaskan bahwa pencapaian ini berasal dari empat komponen utama PAD, yaitu pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah, dan lain-lain PAD yang sah.

Read More
iklan hut-ri

“Realisasi PAD Rp56,9 miliar terdiri dari penerimaan pajak daerah, retribusi daerah, dan komponennya,” ujar Ardy.

Untuk mencapai target yang telah ditetapkan, Bapenda berupaya meningkatkan kepatuhan dan kesadaran wajib pajak, khususnya di sektor pajak kendaraan bermotor. Ardy menyebut masih banyak pemilik kendaraan yang menunggak pembayaran pajak berdasarkan data dari Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat).

Selain itu, salah satu cara untuk meningkatkan PAD adalah dengan mengambil alih aset-aset milik Pemprov yang saat ini dikuasai oleh pihak lain.

“Aset-aset Pemprov direbut kembali dari penguasaan pihak ketiga untuk bisa dikelola agar bisa menghasilkan PAD. Salah satu aset yang sudah kita ambil alih dan sudah beroperasi adalah Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Hamadi, yang menyetorkan pendapatan retribusi daerah,” jelas Ardy.

Upaya lain untuk meningkatkan PAD adalah dengan memperbaiki pelayanan kepada masyarakat, seperti mempermudah proses pembayaran pajak. Ardy juga menekankan pentingnya dukungan dari semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Dengan dukungan para OPD, bisa meningkatkan penerimaan PAD kita,” tutupnya. (AiWr)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *