JAYAPURA,FP.COM – Pemerintah Provinsi Papua sedang menyiapkan 250 titik internet berbasis satelit (VSAT) untuk melayani wilayah terpencil di tujuh kabupaten. Program ini menargetkan sekolah, puskesmas, dan kampung yang belum terjangkau oleh operator telekomunikasi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Papua, Jeri Agus Yudianto, mengatakan pembangunan infrastruktur digital tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada swasta. “Di daerah terpencil, di sanalah pemerintah harus masuk. Kami tetap fokus meningkatkan digitalisasi di Papua,” ujarnya di Jayapura, Rabu (16/4/2025).
Menurut Jeri, setelah membangun 50 titik VSAT pada tahun 2024, jumlahnya diperluas menjadi 250 titik tahun ini di tujuh kabupaten, yaitu Waropen, Biak Numfor, Supiori, Kepulauan Yapen, Sarmi, Kabupaten Jayapura, dan Mamberamo Raya. Kota Jayapura tidak termasuk dalam program ini karena jaringannya sudah memadai.
Berikut rincian distribusi 250 titik VSAT:
- Waropen, Biak, dan Supiori: Masing-masing 44 titik
- Kepulauan Yapen dan Sarmi: Masing-masing 34 titik
- Kabupaten Jayapura: 26 titik
- Mamberamo Raya: 24 titik
Pengadaan perangkat dilakukan melalui e-katalog, dan ditargetkan beroperasi seluruhnya pada Agustus 2025. Jeri menambahkan, setiap titik VSAT akan dilengkapi dengan panel surya portabel sehingga tetap dapat berfungsi tanpa listrik PLN. Fasilitas ini dirancang untuk kebutuhan publik, memungkinkan masyarakat memanfaatkannya setelah jam sekolah.
Langkah ini diharapkan dapat memperkecil kesenjangan digital di Papua dan mendukung layanan dasar, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.


