JAYAPURA,FP.COM – Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kesehatan tengah melakukan langkah-langkah strategis untuk mengimbangi lonjakan kebutuhan layanan kesehatan. Meningkatnya jumlah penduduk dalam beberapa tahun terakhir menjadi pendorong utama bagi pemerintah untuk mempercepat peningkatan kapasitas fasilitas kesehatan di Bumi Cenderawasih.
Kepala Dinas Kesehatan Papua, Beeri I.S. Wopari, mengungkapkan bahwa pertumbuhan populasi berdampak langsung pada tingginya angka kunjungan pasien di berbagai fasilitas kesehatan milik pemerintah.
“Fasilitas seperti RSUD Dok II Jayapura, RS Abepura, dan RS Jiwa Abepura mengalami peningkatan kunjungan yang sangat signifikan. Ini menjadi perhatian serius kami untuk terus melakukan penyesuaian kapasitas secara bertahap,” jelas Beeri Wopari di Jayapura (6/5).
Dinkes Papua berkomitmen melakukan pembenahan dari berbagai sisi, mulai dari manajemen layanan hingga pemenuhan sarana dan prasarana medis yang lebih modern. Salah satu fokus yang menjadi prioritas adalah penguatan layanan kesehatan jiwa.
Sebagai satu-satunya pusat rujukan kesehatan jiwa di Tanah Papua, RS Jiwa Abepura terus diperkuat fungsinya agar mampu memberikan pelayanan optimal. Namun, pemerintah tidak ingin beban tersebut hanya tertumpu di satu titik.
“Kami juga mendorong pengembangan layanan kesehatan jiwa di tingkat kabupaten/kota serta provinsi-provinsi pemekaran (DOB). Tujuannya agar akses pelayanan semakin merata dan beban rujukan dapat terdistribusi dengan baik,” tambahnya.
Melalui strategi pemerataan ini, Pemerintah Provinsi Papua berharap masyarakat di wilayah pedalaman maupun daerah pemekaran tidak lagi kesulitan mendapatkan layanan spesialis, sehingga standar kesehatan publik dapat meningkat secara kolektif. (*)


