Pers Diharapkan Berkontribusi dalam Menyoroti Iklim Perekonomian Papua

Foto bersama pada pembukaan penguatan kapasitas bagi 41 Wartawan Ekonomi Provinsi Papua (3-4 Juli 2026) Foto: Alfonsa Wayap

SENTANI,FP.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua menggelar kegiatan penguatan kapasitas (capacity building) bagi 41 wartawan ekonomi di Provinsi Papua. Kegiatan yang berlangsung pada 3–4 Juli 2026 di Hotel Suni, Sentani, Kabupaten Jayapura ini bertujuan memperkuat kolaborasi dan menyelaraskan perspektif terkait isu-isu ekonomi terkini.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua, Warsono, dalam sambutannya menyatakan bahwa pers memiliki peran strategis dalam membangun arus informasi yang objektif, informatif, dan edukatif. Melalui informasi yang tepat, kebijakan publik dan berbagai persoalan ekonomi diharapkan dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat.

Read More

“Melalui kegiatan ini, kita bisa membuka ruang diskusi, saling bertukar perspektif, serta memperkaya isu ekonomi di tengah dinamika perekonomian yang semakin kompleks. Misalnya mengenai sistem pembayaran, stabilitas keuangan, pengendalian inflasi, dan lainnya,” ujar Warsono.

Warsono menilai, Tanah Papua yang kaya akan keberagaman geografis dan budaya menyimpan potensi ekonomi yang sangat besar, mulai dari sektor pariwisata, UMKM, hingga pengembangan ekonomi kreatif.

“Di sinilah pers berperan penting untuk mengangkat potensi dan peluang ekonomi tersebut melalui pemberitaan yang objektif, berimbang, dan berbasis data,” tuturnya.

Menurutnya, pemberitaan yang positif dan berbasis data tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan publik serta para pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan berbasis potensi lokal.

Menutup sambutannya, Warsono mengapresiasi kolaborasi yang telah terbangun kuat antara Bank Indonesia dan insan pers di Papua. Hubungan sinergis ini dinilai berhasil menciptakan ekosistem informasi yang berkualitas dan bermanfaat bagi dunia usaha, pemangku kepentingan, masyarakat umum, hingga kalangan akademisi.

“Peran pers sangat memengaruhi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Tanah Papua,” pungkas Warsono.

(Alfonsa Wayap)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *