Pesan Ketua PGBP di Konferensi Wilayah Jayapura-Keerom: Kokoh di Dalam Sebelum Keluar!

  • Whatsapp
Pemasangan tanda identitas bagi para peserta Konfenresi ke 4 PGBP Wilayah Jayapura-Keerom

JAYAPURA, FP.COMKonferensi ke IV Wilayah Jayapura Keerom yang dihelat di Jemaat Baptis BTN Kotaraja dibuka oleh Ketua BPP PGBP Pendeta Ronny Wanimbo (Rabu/15/2021) ditandai dengan penyamatan tanda peserta dan tanda peninjau.

Read More

iklan

iklan

Sebelumnya, Ronny Wanimbo juga memimpin ibadah pembukaan. Dalam khotbahnya, Ronny mengutip kitab Injil Matius 13:19-23. Dari ayat ini, ia menekankan perlunya setiap elemen Gereja Baptis untuk bekerja lebih keras untuk  mewujudkan gereja missioner.  

“Kita kerja keras, jangan sampai murtad! kita kokoh dulu, tertanam ke dalam, baru kembangkan sayap keluar, ini baru kita bisa jadi gereja yang missioner.”

“Gereja kuat dan berbuah barulah kita bawa buah itu keluar memberitakan Injil di daerah-daerah, bukan saja tugas BPP tetapi juga tugas gereja-gereja anggota,” sambungnya berapi-api.

“Sudahkah kita menghasilkan buah? Sudah membuka pos Injil? Sudahkah gereja melahirkan gereja baru? Mari kita kerja keras!,” tekannya.

Lepas ibadah, dilanjutkan dengan penyerahan plakat sebagai tanda penghargaan kepada Badan Pengurus Wilayah Jayapura Keerom periode 2016-2021 pimpinan Pendeta Arenius Kogoya.

Penyerahan plakat sebagai tanda penghargaan untuk BPP Wilayah Jayapura-Keerom yang sudah purnabakti

Arenius Kogoya dalam sambutannya mengungkapkan beberapa program yang dilaksanakan dalam masa baktinya, seperti lahirnya wilayah baru yakni Pegunungan Bintang. Lahir pula 12 gereja yang tersebar di  berbagai tempat. Di Pegunungan Bintang ada di Obelom Wone, Tumkubi, Kawor, Waratamol I, Pepera, Denom Tumkubi, Yetanom, Waratamol II, dan Boni Yakwol. Di Kota Jayapura berdiri jemaat Pengharapan Kamwolker Perumnas III. Dan satu jemaat lainnya ada di Yahukimo, tepatnya di Yawor Karwai.

Selain gereja, ada 5 pos Injil yang dibuka yaitu Koya Koso, Goa, Moso, Genyem dan Bongko. Gereja dan pos Injil tadi telah disahkan Kongres PGBP di Pirime.

Sementara itu, dua daerah yang tengah dijajaki, Sarmi dan Demta, belum bisa tercapai berhubung datangnya pandemi Covid-19. Ia pun menitipkan dua daerah itu kepada pengurus baru untuk ditindaklanjuti, termasuk rencana pembangunan kantor Wilayah Jayapura-Keerom yang telah dipersiapkan di atas lahan seluas 50×100 m2 di bilangan Holtekamp, Kota Jayapura.

                                                ***       

Ditemui di sela-sela konferensi, Ketua Umum BPP PGBP Pendeta Ronny Wanimbo mengingatkan, Gereja Baptis Wilayah Jayapura-Keerom merupakan barometer untuk wilayah lain. Ia pun mengungkapkan harapannya kepada Badan Pengurus Wilayah Jayapura Keerom baru nantinya.

 “Wilayah tidak boleh punya program bertentangan dengan program PGBP, harus mendukung dan menyambung program PGBP yang kita sepakati dalam kongres sesuai visi/misi PGBP, tidak jalan sendiri, kita punya warna yang sama sehingga kita bisa menjadi gereja yang kuat dan kokoh”.

Pendeta Ronny Wanimbo pun menyampaikan keprihatinannya dengan situasi gereja hari ini yang ia sebut “suam-suam kuku”. “Kami dari BPP mendorong agar gembala- gembala harus kerja keras, jangan hanya hari minggu saja baru khotbah, lakukan pelayanan pastoral, kita butuh penguatan Iman ke dalam hari ini melalui seminar, PA, persekutuan doa dan pemuridan dalam gereja, kalau itu tidak ada otomatis gereja dingin.”

Terkait dengan 10 calon ketua yang akan dipilih dalam konferensi wilayah Jayapura Keerom Pendeta Ronny Wanimbo berujar dengan tegas dan memberikan warning”,

“Yang terpilih nanti haruslah pemimpin yang punya wawasan, pelayanan penginjilannya harus luas, harus orang yang punya kualitas kepemimpinan baik, kualitas iman harus baik, harus mampu menghadapi semua persoalan yang terjadi di dalam gereja maupun persoalan dunia hari ini. Mencintai panggilan, itu utama. Jangan ada yang main politik dan sebagainya, murni yang terpilih harus sesuai suara Tuhan melalui gereja,” bebernya.

Senada Pendeta Ronny, intelektual dan kader Baptis, Adolof Kogoya juga mengapresisi kinerja pengurus lama dan berharap Gereja Baptis ke depannya dapat bersatu untuk melayani.

Ketua panitia konferensi Ev. Yohanan Wakerkwa menjelaskan, Badan Pelayan Wilayah Jayapura-Keerom sebelumnya periode 2015-2020 sudah berakhir masanya pada tahun lalu, namun akibat pandemi Covid-19, konferensi baru bisa dilaksanakan tahun ini. Dijadwalkan, konferensi akan berlangsung dari tanggal 15-17 September 2021. Ada 28 jemaat Baptis yang akan berpartisipasi  yang akan memilih setidaknya 10 calon ketua (*) 

KONI

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *