Pj Gubernur Papua Hadiri Ibadah IKEMAL, Ajak Warga Maluku Jaga Kerukunan dan Sukseskan PSU

Penjabat Gubernur Papua Ramses Limbong, menghadiri ibadah bersama keluarga besar Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL) Papua

JAYAPURA,FP.COM – Penjabat Gubernur Papua, Ramses Limbong, bergabung dalam ibadah bersama keluarga besar Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL) Papua di Jayapura pada 2 Juli. Kehadiran Pj Gubernur ini merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi untuk mempererat semangat kebersamaan dan persaudaraan antarsesama anak bangsa di Tanah Papua.

Dalam arahannya, Pj Gubernur Ramses Limbong menegaskan pentingnya merawat persaudaraan lintas etnis dan budaya sebagai fondasi utama dalam membangun Papua yang damai dan maju.

Read More
iklan hut-ri

“Kita semua adalah anak bangsa. Budaya pela gandong yang hidup dalam masyarakat Maluku perlu terus dipelihara sebagai simbol kerukunan, kebersamaan, dan cinta kasih antarsesama, khususnya di Bumi Cenderawasih,” ujarnya.

Lebih lanjut, Limbong mengajak seluruh warga IKEMAL Papua untuk berpartisipasi aktif dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua yang dijadwalkan pada 6 Agustus 2025. “Partisipasi kita semua sangat menentukan arah masa depan Papua,” imbuhnya.

Ketua IKEMAL Papua yang juga Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Christian Sohilait, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Pj Gubernur, Pj Sekretaris Daerah, dan para Kepala SKPD, serta dukungan Pemerintah Provinsi Papua terhadap ibadah ini.

Sohilait menegaskan bahwa warga IKEMAL di Papua memiliki jumlah yang sangat besar dan potensi luar biasa untuk turut serta membangun Papua. “Mari kita bergandengan tangan, menjaga persatuan, dan ikut menyukseskan PSU. Pilihan ada di hati masing-masing, namun komitmen kita harus sama: untuk Papua yang lebih baik,” tegasnya.

Ibadah ini dipimpin oleh Pdt. Cleopatriza Ruhulessin, yang dalam khotbahnya mengangkat hikmat dari Amsal 3:13-14. Ia mengajak seluruh warga untuk hidup dengan bijaksana, menata kehidupan lebih baik, serta menjaga kedamaian dan harmoni di Tanah Papua.

Acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat ikatan kebangsaan di tengah masyarakat multikultur Papua, sekaligus menjadi ruang spiritual yang meneguhkan semangat gotong royong dalam menyongsong masa depan Papua yang lebih sejahtera dan inklusif. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *