PLN Mulai Operasikan SUTT dan Gardu Induk Sorong

  • Whatsapp
Pengoperasian SUTT dan GI Sorong/Foto: Istimewa
FKUB Puasa

SORONG, FP.COM – PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Papua berhasil melaksanakan uji pemberian tegangan pada Gardu Induk (GI) Sorong dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV GI Aimas – GI Sorong pada Jumat (27/11/2020).

General Manager PLN UIP Papua, Reisal Rimtahi Hasoloan mengatakan, kedua proyek tersebut ditujukan untuk mendukung peningkatan aktivitas ekonomi di Sorong yang semakin pesat.

Read More

Mudik

“Dengan adanya infrastruktur ini distribusi listrik yang dihasilkan PLTMG di Arar bisa meluas, sehingga dapat memenuhi kebutuhan listrik pelanggan di pusat Kota Sorong,” terang Reisal, Senin (30/11/2020).

GI Sorong yang terletak di Kelurahan Giwu, Distrik Klaurung, Kota Sorong, merupakan gardu induk kedua yang telah beroperasi di Sorong setelah GI Aimas di Kelurahan Malawili.

Uji pemberian tegangan GI Sorong menjadi satu paket dengan tes pembebanan terhadap SUTT GI Aimas – GI Sorong 150 kilo Volt (kV).

GI dan SUTT ini merupakan rangkaian yang tidak terpisahkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Kampung Arar.

PLTMG tersebut sudah menyuplai daya listrik sebesar 10 Mega Watt (MW) ke GI Aimas melalui SUTT 150 kV PLTMG – GI Aimas.

Kemudian nantinya pada tahap awal GI Sorong akan menyerap kurang lebih sebesar 6 MW melalui SUTT 150 kV GI Aimas – GI Sorong. Dari kedua jaringan transmisi tersebut, total sebanyak 77 tower SUTT membentang dari Kampung Arar hingga Kelurahan Giwu sepanjang 50.59 kilometer sirkuit (kms).

“Jaringan transmisi kami tidak berhenti di GI Sorong, tetapi dilanjutkan hingga GI Rufey di Kelurahan Tampa Garam, sehingga distribusi listriknya dapat mencapai bagian utara Kota Sorong. Adapun GI Rufey dan SUTT-nya saat ini sedang kami kerjakan,” jelas Reisal.

Sistem jaringan SUTT pertama di Provinsi Papua Barat ini mulai dibangun pada 2018 lalu dan ditargetkan beroperasi penuh pada tahun depan. Dalam proses pembangunan transmisi ini, tantangan terbesar yang dihadapi PLN adalah kondisi geografis yang berbukit-bukit.

“Hal tersebut membuat mobilisasi material menjadi lebih sulit dilakukan. Terlebih lagi kami mesti melakukan penyesuaian teknis berupa pembangunan dinding penahan tanah agar tower-tower tersebut kokoh berdiri,” ujar Benny Susanto, Manajer PLN Unit Pelaksana Proyek (UPP) Papua Barat.

“Di sisi lain, adanya pandemi covid-19 juga membuat kedatangan tenaga kerja terhambat karena dampak dari ditutupnya akses masuk ke Kota Sorong,” lanjut dia.

PLN terus membangun jaringan transmisi dan distribusi guna menyalurkan listrik dari pembangkit ke pelanggan.

Secara nasional, hingga akhir semester satu tahun 2020, jaringan transmisi khususnya untuk evakuasi daya pembangkit yang telah beroperasi mengalami peningkatan sepanjang 950,9 kms, dan penambahan kapasitas Gardu Induk sebesar 2.890 Mega Volt Ampere (MVA). (Redaksi FP)

FKUB

RS Abe

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *