JAYAPURA,FP.COM – Rangkaian peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia atau World Press Freedom Day (WPFD) 2026 di Jayapura resmi berakhir, Selasa (5/5/2026). Pemerintah Provinsi Papua menilai ajang internasional ini sukses memperkuat komitmen terhadap pers yang berkualitas, independen, dan bertanggung jawab di Tanah Papua.
Acara penutupan yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Papua, Jeri Agus Yudianto, yang hadir mewakili Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Jeri, Gubernur menyampaikan apresiasi atas kelancaran acara yang berlangsung selama dua hari tersebut. Ia menegaskan bahwa tema “Pers Berkualitas untuk Masa Depan Indonesia yang Damai dan Adil” sangat relevan dengan visi pembangunan daerah saat ini.
“Visi Transformasi Papua Baru yang Maju dan Harmonis membutuhkan peran pers sebagai penyampai informasi kredibel sekaligus pengawal transparansi pembangunan,” ujar Jeri Agus Yudianto saat membacakan sambutan Gubernur.
Membangun Optimisme Publik Selain merayakan kebebasan, momentum WPFD 2026 di Jayapura juga dijadikan ajakan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat profesionalisme jurnalistik serta perlindungan terhadap insan pers.
Pemerintah Provinsi Papua berharap, kolaborasi yang telah terjalin antara pemerintah, media, dan masyarakat dapat terus ditingkatkan pasca-kegiatan ini.
“Momentum ini harus kita jadikan penguatan kolaborasi untuk menghadirkan informasi yang akurat, menyejukkan, dan yang terpenting adalah mampu membangun optimisme publik di tengah masyarakat,” tambahnya.
Penutupan WPFD 2026 ini menandai kesiapan Papua untuk terus menjadi ruang yang inklusif bagi kemerdekaan pers, sembari memastikan setiap informasi yang beredar berkontribusi pada perdamaian dan kemajuan daerah. (*)


