Tekan Angka Mortalitas, Perdatin Papua Edukasi RS di Jayapura Terkait EWS dan Code Blue

JAYAPURA,FP.COM – Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (Perdatin) Cabang Papua menggelar seminar medis bertajuk “Optimalisasi Penanganan Kegawatdaruratan melalui Pengenalan Early Warning System (EWS) dan Aktivasi Code Blue“. Kegiatan ini berlangsung di salah satu hotel di kawasan Kotaraja, Kota Jayapura, Sabtu (11/4/2026).

Seminar yang dipandu oleh moderator dr. Theodorus P.Y Pranoto, M.Biomed., Sp.An-TI ini bertujuan untuk memperkuat kesiapsiagaan tenaga medis dalam menghadapi kondisi kritis pasien di rumah sakit.

Read More

Acara diawali dengan pemaparan materi mengenai Etik Kedokteran oleh dr. Nickanor Kaladius Reumi Wonatorey, Sp.U, sebagai pengingat pentingnya profesionalisme dalam pelayanan medis.

Selanjutnya, fokus pembahasan beralih pada sistem keselamatan pasien yang dibawakan oleh dua pakar anestesi:

  • dr. Diah Widyanti, Sp.An-TI, Subsp.T.I.(K) memaparkan materi mengenai Early Warning System (EWS), sebuah sistem penilaian skor untuk mendeteksi perburukan kondisi klinis pasien secara dini.
  • dr. Razi Ageng Pratama, Sp.An-TI, MARS mengupas tuntas mengenai mekanisme Code Blue, yaitu kode sistem prosedur gawat darurat yang harus segera diaktifkan jika ditemukan pasien dengan henti jantung atau henti napas.

Kepada awak media, dr. Razi Ageng Pratama menegaskan bahwa Code Blue bukan sekadar prosedur pilihan, melainkan sistem vital yang wajib beroperasi penuh selama rumah sakit melayani pasien.

“Code blue itu satu sistem dalam rumah sakit yang harus dimiliki semua rumah sakit di Jayapura. Sistem itu harus berlangsung dan berjalan selama kondisi rumah sakit beroperasional,” ujar dr. Razi.

Ia menambahkan bahwa integrasi antara deteksi dini (EWS) dan respon cepat (Code Blue) adalah kunci utama dalam menyelamatkan nyawa pasien di saat-saat kritis.

“Harapannya, setelah seminar ini, sistem EWS dan Code Blue di rumah sakit-rumah sakit di Jayapura dapat berjalan dengan baik, sehingga angka mortalitas (kematian) pasien di rumah sakit bisa berkurang,” tutupnya. (AiWr)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *