Tingkatkan Kualitas Industri Kopi, Disbudpar Papua Gelar Sertifikasi Barista

Foto bersama Bupati Biak Numfor Markus Mansnembra (keempat dari kiri) dan Kepala Bidang Ekraf Disbudpar Papua Boni Asso (ketiga dari kiri) pada pembukaan pengembangan kapasitas Barista (23/9)

BIAK,P.COM – Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Papua resmi menggelar Kegiatan Pengembangan Kompetensi dan Sertifikasi Barista Kopi Papua Tahun 2026 di Hotel Asana Biak, Kabupaten Biak Numfor. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu (23/9) hingga Jumat (25/9/2026).

Pelatihan dan uji kompetensi ini diikuti oleh 12 peserta pilihan dari empat kabupaten, yakni Kabupaten Biak Numfor (6 orang), Kabupaten Supiori (2 orang), Kabupaten Kepulauan Yapen (2 orang), dan Kabupaten Waropen (2 orang). Seluruh peserta merupakan barista, calon barista, serta pelaku UMKM kopi yang memenuhi persyaratan asesmen.

Read More

Sambutan Gubernur Papua yang dibacakan oleh Bupati Biak Numfor menekankan pentingnya pengembangan SDM dalam mengelola potensi kekayaan alam lokal, khususnya kopi Arabika pegunungan dan Robusta pesisir Papua.

“Potensi kopi Papua yang luar biasa harus dikelola menjadi nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat. Kopi tidak boleh berhenti hanya sebagai komoditas yang dipanen dan dijual. Sertifikasi ini adalah bagian penting dari komitmen Pemprov Papua untuk mencetak SDM yang profesional, adaptif, dan berdaya saing,” ujarnya.

Langkah strategis Disbudpar Papua ini juga merupakan wujud implementasi visi Provinsi Papua, yaitu Papua CERAH (Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni). Kehadiran barista yang tersertifikasi nasional diharapkan dapat memperkuat seluruh rantai ekosistem kopi—mulai dari petani, pengolah pascapanen, penyangrai (roaster), hingga industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Selama kegiatan, panitia melibatkan instruktur, narasumber, dan asesor profesional. Para peserta dibekali materi komprehensif, mulai dari pengetahuan dasar kopi, teknik penggilingan dan ekstraksi espresso, manual brew, standar kebersihan dan keselamatan kerja (K3), hingga langsung menjalani asesmen uji kompetensi.

Melalui program ini, Pemprov Papua dan Disbudpar berharap dapat mendorong lahirnya wirausaha baru serta membawa nama kopi Papua semakin berkualitas dan dikenal di pasar nasional maupun internasional. (AiWr)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *