JAYAPURA,FP.COM – Wakil Gubernur Papua, Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, menekankan pentingnya komitmen seluruh fasilitas kesehatan untuk memberikan pelayanan tanpa diskriminasi kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hal tersebut ditegaskannya saat menerima kunjungan kerja Direktur Utama BPJS Kesehatan di Kantor Gubernur Papua, Kamis (5/3).
Wagub Aryoko menyoroti bahwa di tengah keterbatasan jumlah rumah sakit di beberapa kabupaten dan kota, mutu pelayanan harus tetap menjadi prioritas utama. Ia mengingatkan agar kendala administrasi maupun fasilitas tidak menjadi penghalang bagi warga untuk mendapatkan pengobatan.
Dalam pertemuan tersebut, Wagub secara spesifik meminta pihak rumah sakit dan pusat layanan kesehatan di seluruh Bumi Cenderawasih untuk bersikap proaktif dan humanis dalam melayani masyarakat.
“Kami terus mendorong rumah sakit untuk meningkatkan mutu layanan bagi Peserta JKN. Yang terpenting, jangan sampai ada penolakan terhadap pasien karena pelayanan kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat,” tegas Aryoko Rumaropen.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Papua secara konsisten mengalokasikan anggaran prioritas pada sektor kesehatan. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat fasilitas medis sekaligus memastikan keberlanjutan akses layanan bagi seluruh masyarakat Papua.
Di sisi lain, komitmen Pemprov Papua dalam memperluas perlindungan kesehatan membuahkan hasil signifikan dengan tercapainya Universal Health Coverage (UHC). Capaian ini pun mendapat apresiasi langsung dari Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito.
Menanggapi hal tersebut, Wagub Aryoko menyatakan bahwa penghargaan tingkat nasional yang diterima Papua terkait UHC merupakan cambuk untuk terus meningkatkan kualitas, bukan sekadar kuantitas kepesertaan.
“Aspirasi yang kami sampaikan kepada BPJS Kesehatan hari ini adalah bagian dari upaya kita bersama agar program JKN di Papua benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan,” pungkasnya. (AiWr)


