Yesus Sudah Bangkit, Ia Hidup dan Berkuasa

  • Whatsapp
Pendeta Willem F.L. Itaar, STh.,MH

Injil Markus  16 : 1- 8. Sebuah refleksi iman percaya bahwa sungguh benar Kristus Yesus bangkit dan berkuasa atas kehidupan

Saudara – saudara  yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, Syalom!

Read More

iklan

iklan

Jika Yesus tidak dibangkitkan, apa yang terjadi dengan iman dan kesaksian murid-murid serta iman dan kesaksian orang Kristen? Semuanya sia-sia, omong kosong belaka, kuasa dosa dan maut tetap menguasai hidup kita dan kita akan binasa. Mengapa?

Jika Yesus hanya berakhir mati di kayu salib, manusia pun mati.

Mungkin tempat dan cara mati berbeda, tetapi semua manusia pasti mati, hanya Yesus saja satu-satunya Anak Manusia yang mati tetapi Ia bangkit atau hidup untuk selama-lamanya.

Kebangkitan Yesus membuktikan kepada dunia dan manusia bahwa Ia hidup. Dialah Anak Allah yang sejati, yang berkuasa atas dosa dan maut.

Walaupun Ia menderita sengsara dan mati, tetapi Ia tidak mati selama-lamanya. Sesudah Ia disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut, tetapi pada hari yang ketiga Ia bangkit dari antara orang mati. Hal ini membuktikan bahwa Ia mempunyai keilahian sebagai Anak Allah, sehingga ia tidak mati selama-lamanya.

Ia taat melaksanakan kehendak Bapa dengan sempurna, maka Ia dikasihi dan dibangkitkan pada hari yang ketiga. Kebangkitan Yesus adalah bukti bahwa Dialah pemenang.

Kalau hari ini umat manusia dalam dunia sedang bergumul, berjuang bersama melawan virus Corona atau Covid-19 yang menguatirkan, mencemaskan, menggentarkan, dan menakutkan, sebab virus ini mematikan melalui penyebaran yang signifikan, membuat kita semua harus bersama-sama, bersinergi dengan Pemerintah, Gereja, medis, paramedis, dan lain-lain.

Bersama melawan virus Corona. Sebagai manusia kita pasti takut. Dalam keadaan takut ini, kita merayakan Paskah atau kebangkitan Tuhan Yesus di rumah kita masing-masing, jaga jarak, tetap tinggal di rumah, pakai masker, sarung tangan, cuci tangan, dan lain-lain. 

Apakah kita terus  takut dalam pergumulan ini? Hari ini dalam perayaan Paskah iman orang percaya kepada Yesus yang hidup, Yesus Anak Allah, Dia yang telah menang melawan kuasa maut atau iblis ditantang. Iman bagaimana yang mesti dipertontonkan kepada dunia ini.

Inilah kesempatan kita memberitakan Kristus yang hidup kepada semua orang melalui ketaatan kita kepada kebenaran firman Allah yang berwujud melalui Pemerintah dan Gereja.  

Bagaimana  dengan perempuan-perempuan yang dirundung kesedihan, kecemasan dan ketakutan ketika mendapati pintu kubur terbuka? Tuhan selalu buka jalan untuk sampai pada tujuan yang diingini. Mari kita simak kisah kebangkitan Kristus.

Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus serta Salome dalam kesedihan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu (hari minggu pagi) pergi ke kubur Yesus. Mereka membawa rempah-rempah dan hendak meminyaki mayat Yesus. Dalam kesedihan pergumulan baru muncul; “Siapakah yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?. Karena pintu kubur Yesus disegel dengan segel Romawi dan batu itu sangat besar, maka siapapun tidak dapat membukanya.

Tanpa disangka batu yang sangat besar itu sudah terguling, bukan oleh kekuatan para perempuan tersebut.

Injil Markus mengatakan mereka masuk ke dalam kubur dan terkejut sebab ada seorang pemuda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan (ay. 5), mereka sangat terkejut, tetapi orang muda itu berkata: “Jangan takut! Kamu mencari Yesus Orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada disini. Lihatlah! Ini tempat mereka membaringkan Dia (ay.6).

Ada tiga fakta penting dalam kesaksian ayat-ayat ini: 1) Pintu kubur sudah terguling. 2) Di dalam kubur mereka melihat seorang pemuda duduk di sebelah kanan. 3) Yesus tidak ada pada tempat di mana Ia dibaringkan. Fakta-fakta ini menimbulkan keraguan dan pertanyaan dalam diri mereka. Tapi orang itu berkata: “Jangan takut!, Ia sudah bangkit, Ia tidak ada di sini. Itu artinya Yesus hidup dan berkuasa. Dengan begitu, orang yang percaya akan kebangkitan Yesus, punya kepastian akan bangkit memasuki kemuliaan Allah, memasuki Kerajaan Allah, Yerusalem baru. Kepastian memiliki kehidupan yang kekal. Pasti selamat!

Keluarga yang dikasihi Yesus, walaupun dalam ketakutan, perempuan-perempuan itu tetap pergi menyampaikan berita yang disampaikan pemuda itu kepada Petrus dan murid-murid yang lain, bahwa Ia mendahului kamu ke Galilea dan kamu akan melihat Dia di sana.

Ayat-ayat ini mau menegaskan bahwa kebenaran kebangkitan Yesus tidak boleh didiamkan atau disembunyikan, tetapi harus diberitakan, diwartakan, disaksikan kepada semua orang. Sesudah itu, melalui tuntunan kuasa Yesus, murid-murid memberitakan berita yang kudus (kebangkitan Yesus) dan tak terbinasakan tentang keselamatan kekal yang dikerjakan Allah (ay. 8).

Saudara-saudara yang dikasihi Yesus, berita Paskah buat kita hari ni adalah: 1). Berita kebangkitan Yesus harus dimaknai sebagai titik tolak baru untuk membaharui iman, pengharapan dan kasih untuk menghidupkan kembali semangat yang lemah, keberanian yang sudah tidak berdaya berdasarkan kuasa kebangkitan Yesus. Kita mesti belajar dari semangat iman dan kerinduan perempuan-perempuan yang selalu merindukan perjumpaan dengan Yesus.

Keluarga, adakah saudara rindu berjumpa dengan Yesus dalam ibadah, saat teduh, doa pribadi, dan puji-pujian? Dengan wabah virus Corona sebenarnya kita diberi kesempatan sebagai waktu anugerah Allah untuk membangun persekutuan yang lengkap (bapa, mama, anak-anak, seisi rumah) berjumpa dengan Yesus.

2). Berita kudus bagi dunia dan manusia adalah jangan takut. Takut buat? Mengapa takut? Karena Yesus yang tersalib telah bangkit, Ia tidak ada di sini. Perempuan-perempuan diizinkan menjadi saksi pertama kubur yang kosong, Ia tidak ada. Membuktikan bahwa Yesus hidup, Ia berkuasa, Ia telah mengalahkan kuasa kematian. Menghadapi wabah virus Corona  kita dikuatkan oleh berita kudus Paskah “jangan takut”, sebab ketakutan bukanlah bagian dari percaya kepada Kristus, melainkan tanda kurang percaya kita kepada kebenaran firman Allah.

Seperti ketiga perempuan ini, mereka lupa kepada apa yang pernah Yesus katakan bahwa Ia akan menderita dan bangkit kembali (8:33; 9:30-32; 10:32-34). Yesus bangkit! Yesus Hidup! Marilah kita bangkit, keluarkan rasa takut itu, percayalah kepada Yesus, bersama Yesus, bersama semua orang kita bangkit dalam iman , pengharapan dan kasih melawan virus Corona.

Kita berdoa Tuhan beri hikmat-Nya kepada Pemerintah, para ahli, tim medis dan semua orang untuk memutuskan dan menghentikan virus ini.

3). Amanat bagi gereja, bagi semua orang percaya termasuk keluarga, kita diutus menjadi pemberita kebangkitan. Berita kebangkitan tidak boleh didiamkan, tidak boleh menjadi milik pribadi untuk dibanggakan saja, tetapi dimaknai, dipelihara dan diberitakan di dalam keluarga, jemaat dan masyarakat terutama dalam situasi saat ini. Keluarga, percayalah Yesus Sudah bangkit. Ia hidup dan berkuasa. Amin. Pendeta Willem F.L. Itaar, STh.,MH

*Penulis adalah Ketua Forum Kerukunan Antarumat Beragama (FKUB) Kota Jayapura, mantan Ketua GKI di Tanah Papua Klasis Jayapura

KONI

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *