SUPIORI,FP.COM – Kepala adat atau Mananwir Kampung Sorendiweri, Utrekt Manampaisem, mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh isu-isu yang beredar di media sosial terkait peristiwa di Kabupaten Merauke. Imbauan ini disampaikan untuk meredam spekulasi dan menjaga ketenangan warga di tengah simpang siur informasi di dunia maya.
Sebagai informasi, dalam struktur adat masyarakat Biak-Numfor, Mananwir merupakan gelar bagi pemimpin adat tertinggi atau kepala suku yang memegang otoritas dalam mengatur tatanan sosial dan norma budaya di tingkat kampung.
Utrekt menyoroti khususnya pemberitaan seputar upaya hukum yang sedang dilakukan oleh Mama Yasinta di Jakarta. Menurutnya, informasi yang beredar di media sosial kerap tidak lengkap dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di kalangan publik.
“Kami meminta masyarakat untuk tidak mudah terpancing isu di media sosial dan tetap mempercayakan proses hukum kepada pihak yang berwenang,” ujar Utrekt, Jumat (12/6).
Ia menegaskan pentingnya menyerahkan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada aparat penegak hukum agar berlangsung secara transparan, profesional, dan sesuai prosedur tanpa menimbulkan kegaduhan.
Selain itu, Utrekt meminta aparat penegak hukum untuk tetap sensitif dan menghormati adat istiadat setempat. Nilai-nilai budaya dan kebersamaan komunitas dinilai harus tetap terjaga di tengah proses hukum yang berjalan.
Di akhir pernyataannya, ia mengajak seluruh warga Kabupaten Supiori untuk menjaga persatuan. Kepatuhan terhadap aturan hukum dan sikap saling menghormati diharapkan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas serta keamanan daerah agar tetap kondusif. (Lazim)


