Delegasi Norwegia Pantau Hilirisasi Hijau Papua di Galeri Kreatif DLHK

Galeri Kreatif DLHK Provinsi Papua menerima kunjungan dari Kedutaan Besar Norwegia dan NORAD untuk melihat langsung inovasi produk hasil hutan non-kayu karya masyarakat lokal.

JAYAPURA,FP.COM – Komitmen Pemerintah Provinsi Papua dalam mengelola hasil hutan secara berkelanjutan menarik perhatian dunia internasional. Galeri Kreatif milik Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DLHK) Provinsi Papua menerima kunjungan resmi dari delegasi Kedutaan Besar Norwegia dan The Norwegian Agency for Development Cooperation (NORAD) untuk meninjau langsung hilirisasi produk kehutanan berbasis masyarakat.

Galeri tersebut kini menjadi pusat inovasi dan penjualan berbagai produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang dikembangkan sebagai solusi ekonomi ramah lingkungan. Plt Kepala Dinas KLH Papua, Yaconias Maitindom, menegaskan bahwa keberadaan galeri ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menggeser paradigma pengelolaan hutan, dari yang semula bergantung pada kayu menjadi pemanfaatan potensi jasa lingkungan serta perhutanan sosial yang lebih berkelanjutan.

Read More

Yaconias menjelaskan bahwa melalui Cabang Dinas Kehutanan (CDK) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di tingkat kabupaten serta kota, pihaknya terus melakukan pendampingan intensif bagi masyarakat, baik yang bermukim di dalam maupun di luar kawasan hutan. Pendekatan ini bertujuan agar masyarakat adat dapat mengelola sumber daya alamnya secara mandiri tanpa merusak ekosistem hutan yang menjadi identitas mereka.

Lebih dari sekadar pameran produk, kunjungan delegasi Norwegia dan NORAD ini juga bertujuan untuk memantau sejauh mana komitmen pemerintah daerah dalam melindungi hak-hak masyarakat adat. Hal ini mencakup penguatan hak atas tanah, pelestarian budaya, serta penciptaan peluang investasi berkelanjutan yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai lokal di Bumi Cenderawasih.

Melalui penguatan sektor Hasil Hutan Bukan Kayu ini, Pemerintah Provinsi Papua optimis mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat sekaligus menjaga peran penting hutan Papua sebagai paru-paru dunia yang memberikan manfaat ekonomi nyata bagi pemilik hak ulayat. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *