JAYAPURA,FP.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus memacu proses pendataan calon penerima bantuan perumahan dari pemerintah pusat. Program strategis ini menargetkan sebanyak 2.500 unit rumah yang akan tersebar di seluruh wilayah Papua.
Untuk menjamin bantuan tepat sasaran, petugas Dinas PUPR-PKPP Provinsi Papua melakukan aksi “jemput bola” dengan terjun langsung ke kampung-kampung demi memverifikasi administrasi calon penerima.
Plt Kepala Dinas PUPR-PKPP Provinsi Papua, Natirmalus D. Renyaan, menjelaskan bahwa verifikasi faktual di lapangan sangat krusial agar tidak ada data yang tumpang tindih.
“Pendataan masih berjalan karena kami harus jemput bola ke kampung-kampung. Petugas memastikan kelengkapan administrasi calon penerima langsung di lokasi,” ungkap Natirmalus di Jayapura (27/4).
Program perumahan ini dirancang untuk menyentuh kebutuhan masyarakat secara spesifik melalui dua jalur distribusi:
- Pembangunan Rumah Khusus: Pembangunan unit rumah baru secara utuh bagi warga yang memenuhi kriteria.
- Bantuan Stimulan: Pemberian material bangunan berkualitas seperti seng, kayu, hingga paku untuk membantu masyarakat merenovasi hunian mereka secara mandiri.
Meskipun sebagian besar alokasi dipusatkan di Kota Jayapura, Natirmalus menyebutkan bahwa realisasi pembangunan secara menyeluruh saat ini masih menunggu instruksi dan kepastian teknis dari pemerintah pusat.
Sejalan dengan semangat otonomi khusus, Pemprov Papua menegaskan bahwa program ini diprioritaskan bagi Orang Asli Papua (OAP) sebagai upaya meningkatkan standar hidup masyarakat adat. Namun, pemerintah tetap memberikan ruang bagi warga non-OAP untuk terakomodasi dalam pendataan sesuai dengan kebijakan yang berlaku.
“Kami ingin memastikan setiap warga yang membutuhkan hunian layak dapat terdata dengan baik, namun prioritas utama kami tetap pada masyarakat asli Papua demi mendorong kesejahteraan yang merata,” tutupnya. (*)


