Disbudpar Papua Sokong Wilayah Potensial jadi Desa Wisata

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua, Napar Yoman

JAYAPURA, FP.COM – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Papua bakal memberikan dukungan bagi pengembangan dan peningkatan kualitas desa wisata di Provinsi Papua. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pariwisata Disbudpar Papua Napar Yoman saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (21/3).

Sejauh ini sudah ada 12 desa wisata yang didorong pihak Disbudpar. Semisal, melalui dukungan pembangunan fisik berupa toilet, homestay, gazebo maupun pondok wisata di Kota dan Kabupaten Jayapura seperti kampung Yoboi, kampung Tobati dan Rhepang Muaif.

Read More

Khusus di tahun ini, selain peningkatan sarana prasarana, pihaknya juga akan mendorong wilayah-wilayah potensial untuk ke depannya dikembangkan menjadi desa wisata seperti di Kabupaten Supiori, Kepulauan Yapen dan Waropen.

“Saat ini kita mengurus 9 kabupaten/kota sehingga tahun ini kami mulai petakan daya tarik wisata seperti di Supiori yang mulai terkenal saat ini yaitu Pulau Rani. Negeri 1000 Bakau di Waropen dan seni budayanya yang memikat. Kemudian yang tidak kalah menarik ada Monumen Kasih atau Patung Yesus di Serui laut dan Teluk Sarawandori atau Teluk Karopai yang berada di kampung Sarawandori Serui, ini akan kita dorong ke depannya karena mereka punya potensi yang sangat luar biasa,” beber Napar.

Di 3 wilayah tersebut, Napar berujar, pihaknya akan mengawali dukungan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan sosialisasi tentang sadar wisata. Hal itu, menurutnya, sebagai langkah awal menumbuhkan semangat masyarakat guna memanfaatkan potensi wilayahnya sebagai objek wisata.

“Sejauh ini hanya di Biak yang masuk ADWI (Anugerah Desa Wisata Indonesia-red). Sedangkan di Supiori, Kepulauan Yapen,Waropen dalam bentuk pelatihan. Setelah itu kita dapat informasi langsung di lapangan bahwa destinasi ini kebutuhannya ini maka nanti akan kami programkan di tahun berikut. Lewat pelatihan, kami langsung catat kebutuhan pelaku pariwisata seperti itu.”

Tak hanya itu, dia menegaskan, dukungan pemerintah akan diarahkan bagi desa wisata yang aktif secara kelembagaan.

Pihaknya pun berharap, pengelolaan seluruh daya tarik wisata dapat memberdayakan masyarakat desa/kampung itu sendiri. Sebagaimana prinsip utama dalam desa wisata, yaitu desa membangun. Prinsip ini berfokus terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan usaha produktif sesuai dengan potensi dan sumber daya lokal.

“Dana otonomi khusus untuk masyarakat dan ini yang kita kelola maka kita arahkan ke desa wisata supaya perekonomian masyarakat asli Papua itu akan membaik dari tingkat kampung. Kita kampanyekan sadar wisata sehingga masyarakat ini tahu pentingnya Pariwisata. Pembinaan dan pelatihan ini sangat penting sehingga masyarakat memahami bagaimana mengelolanya seperti apa. Bagaimana kemasannya, bagaimana promosinya sehingga ketika ada kunjungan wisatawan masyarakat menerima manfaat itu. Jadi nanti juga akan kita bentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) sehingga semua ini ada yang menggerakkan dan bisa bermanfaat di masyarakat,” pungkasnya. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *