Festival Musik Reggae di Papua Disebut Potensial jadi Event Internasional

  • Whatsapp
Papua Reggae Festival ke VII yang dilaksanakan pada 18-19 Oktober yang lalu di Venue Dayung Holtekamp (Credit Photo : Whens Tebay,Komunitas Papuans Photo)

JAYAPURA, FP.COM – Papua Reggae Festival diusulkan menjadi festival musik tahunan di Papua. Hal ini disampaikan Syafruddin, salah satu member Lintas Event Celebes yang bermarkas di Makassar, pada Bimbingan Teknis penyelenggara (Events) bagi ASN di Provinsi Papua, kamis 24/11/2022 pekan lalu.

Syafruddin,kala menjadi Narasumber pada Bimtek Penyelenggara Event bagi ASN di Provinsi Papua

Syafruddin menyebut, dengan diadakannya festival reggae di Kota Jayapura oleh komunitas pencinta genre music reggae, seharusnya, event tersebut bisa menggema dari Papua ke seluruh Indonesia hingga mancanegara.

Read More

Hal tersebut menurut Syafruddin perlu didorong oleh pemerintah daerah.

“Festival reggae itu harusnya sudah bisa menjadi event Internasional, reggae itu komunitasnya banyak di seluruh Indonesia, apa bedanya dengan Java Jazz Festival. Reggae ini kita tarik menjadi satu-satunya festival musik di Indonesia, kita adakan di Papua. Ini tinggal disupport. Jaringan komunikasi sekarang sangat mudah, kalau kita menjual event itu ke komunitas reggae internasional, itu keren,” ujar Syafruddin.

Papua Reggae Festival ke VII pada 19 oktober yang lalu di Venue Dayung Holtekamp (Credit Photo : Whens Tebay Komunitas Papuans Photo)

Dengan tingginya antusiasme para penikmat genre musik reggae, ia menyebut bukan tidak mungkin akan mengumpulkan berbagai orang dari seluruh dunia untuk datang pada event festival musik tersebut layaknya Java Jazz Festival yang sudah menjadi agenda festival musik tahunan.

” Kalau bisa ada Java Jazz kenapa tidak ada Papua Reggae Musik? Prinsipnya kontinu lintas event. Suatu ketika ini menjadi festival internasional kita undang artis reggae internasional 1 saja, di sini peranan pemda bisa support untuk mengundang. Itu menjadi Ikon kita tahun berikutnya peserta lain akan datang. Java Jazz kan seperti itu juga.”

Satu lagi yang penting, ujar Syafrudin, seniman di Papua harus dihidupkan. “Karena mereka ini yang bisa buat event musik melalui komunitas mereka, seniman kalau sudah kompak untuk buat satu event musik Internasional dan sekali lagi saya katakan genre musik reggae itu mendunia. Jadi ini yang saya lihat kita bisa jadikan ikon pemicu untuk pariwisata di Papua,” pungkasnya. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *