YOGYAKARTA, FP.COM – Pemerintah Provinsi Papua resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) guna mengakselerasi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Tanah Papua. Sektor kesehatan menjadi garda terdepan dalam kolaborasi ini sebagai fondasi utama menciptakan generasi Papua yang berdaya saing global.
Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menegaskan bahwa dukungan dari perguruan tinggi terbaik seperti UGM sangat dibutuhkan untuk melakukan lompatan besar dalam pembangunan di enam provinsi yang ada di Tanah Papua.
“Kami mulai dari kesehatan, karena mustahil melahirkan SDM hebat tanpa raga yang sehat. UGM memiliki kualifikasi yang kami butuhkan untuk memperkuat mutu layanan dan menyiapkan tenaga medis asli Papua yang kompeten,” ujar Gubernur Fakhiri di Yogyakarta, Kamis (8/5/2026).
Selain penguatan medis, Gubernur juga mengundang para dosen dan mahasiswa UGM untuk hadir langsung di Bumi Cenderawasih melalui program penelitian dan pengabdian masyarakat. Hal ini bertujuan agar potret Papua dapat dipahami secara utuh dan objektif oleh kalangan akademisi.
“Datanglah ke Papua, belajar tentang Papua yang sesungguhnya. Bukan Papua yang hanya terlihat di layar atau penuh stigma, tetapi Papua yang aman dan sedang bersemangat membangun diri,” tambahnya.
Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Arie Sujito, merespons positif visi tersebut. Ia menegaskan bahwa nota kesepahaman ini tidak akan berhenti pada seremonial, melainkan pada manfaat nyata bagi masyarakat.
“Papua harus hadir di UGM dan UGM harus hadir di Papua. Kerja sama lintas fakultas, terutama Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK), akan dikerahkan untuk mengoptimalkan kualitas hidup masyarakat di sana,” tegas Arie Sujito.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi penguatan sektor lain, termasuk pendidikan dan pemberdayaan ekonomi, demi mewujudkan visi besar Papua yang mandiri dan cerdas. (*)


