Gubernur Papua Instruksikan Bupati hingga Kepala Kampung Kawal Program Cetak Sawah

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri

JAYAPURA,FP.COM – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menginstruksikan seluruh jajaran kepala daerah, mulai dari bupati, kepala distrik, hingga kepala kampung, untuk mengawal ketat dan mengaktifkan sosialisasi Program Cetak Sawah Rakyat (CSR). Langkah ini diperlukan agar program strategis nasional tersebut berjalan tepat sasaran dan berdampak langsung pada ekonomi warga.

Perintah tegas tersebut disampaikan Gubernur dalam Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Kerja dan Komitmen Pelaksana Konstruksi Program CSR yang digelar di Kota Jayapura, Senin (1/6/2026).

Read More

Gubernur Fakhiri menekankan bahwa peran aktif aparat di tingkat bawah sangat menentukan keberhasilan program ini di lapangan. Sosialisasi yang masif dinilai krusial agar masyarakat memahami manfaat besar dari pembukaan lahan pertanian produktif ini.

“Saya meminta para bupati, kepala distrik, hingga kepala kampung untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar terlibat aktif dalam pengembangan sektor pertanian,” tegas Fakhiri.

Ia meyakini, jika dikawal dengan baik oleh seluruh pemangku kepentingan, pertanian dapat menjelma menjadi salah satu sektor unggulan baru yang mampu mendongkrak kesejahteraan keluarga dan memicu pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Papua.

Menurut Fakhiri, dimulainya pekerjaan konstruksi di lapangan sejak awal tahun 2026 ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional yang kini mulai direalisasikan di Papua.

“Hari ini menjadi titik dimulainya pekerjaan. Apa yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian benar-benar sedang dilakukan di Papua,” ujarnya.

Meski merupakan program pusat, Fakhiri mengingatkan jajarannya bahwa indikator keberhasilan proyek ini tidak boleh hanya diukur dari luasnya lahan yang berhasil dicetak. Kuncinya ada pada keterlibatan dan proteksi terhadap hak-hak lokal.

Ia meminta seluruh kepala daerah memastikan program ini berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat serta nilai budaya setempat.

“Keterlibatan dan keberpihakan kepada masyarakat asli Papua sangat penting. Kami ingin program ini menjadi sesuatu yang baik bagi Tanah Papua dan nantinya bisa menjadi tempat belajar bagi daerah lain,” pungkasnya. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *