Investor di Papua dan Papua Barat Bertambah, Didominasi Millenial

  • Whatsapp
Profil usia investor. (BEI)

JAYAPURA,FP.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Papua dan Papua Barat mencatat terjadi penambahan investor baru sebanyak 3.146 di kedua provinsi tersebut periode Januari hingga November 2020. Di Papua terjadi penambahan  2.419 Single Identitas Investor (SID) sehingga total10.358 SID. Papua Barat bertambah 727 sehingga total 2.774 SID.

Kepala BEI Provinsi Papua dan Papua Barat, Kresna Aditya Payokwa mengatakan investor dari kalangan millenial di kedua provinsi tersebut mendominasi hingga 40 persen berusia 18-25 tahun, sementara, berusia 31-40 tahun sebesar 25 persen, 41-100 tahun tercatat 18 persen dan usia 26-30 tahun hanya 17 persen. 

Read More

iklan

iklan

Kresna menyebut, tingginya jumlah investor dari kalangan millenial sebagai dampak edukasi yang dilakukan secara massif oleh BEI mulai dari tingkat perguruan tinggi hingga instansi pemerintahan dan swasta. 

“Memang ada kesinambungan dari apa yang sudah kita lakukan ketika mereka masih menjadi mahasiswa dan dimanfaatkan oleh kalangan millenial ini untuk berinvestasi setelah mereka mendapatkan pekerjaan,” ucap Kresna dalam kegiatan Media Gathering yang digelar secara virtual, Sabtu (12/12/2020). 

Investor di Papua dan Papua Barat masih didominasi pria 54 persen dan 56 persen, sementara, dari jenis pekerjaan, kata Kresna, dari kalangan mahasiswa sebanyak 4.120 investor dan 2.353 investor merupakan pegawai swasta di Papua dan 905 investor mahasiswa dan pegawai swasta di Papua Barat.

“Sisanya investor yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil, pengusaha, ibu rumah tangga, TNI/Polri dan Guru,” jelas Kresna. 

Adapun jenis saham yang diminati untuk para investor millenial dengan nominal harga saham tidak terlalu tinggi tetapi tetap punya fundamental yang baik seperti saham transportasi dan pertambangan. 

“Beberapa saham yang direkomendasikan sekuritas seperti Garuda Indonesia dan Aneka Tambang (Antam). Tetapi secara umum, saham yang paling diminati oleh investor ada 3 sektor yaitu finansial (keuangan), perusahaan yang menghasilkan produk makanan, minuman dan lainnya serta saham property dan real estate,” kata Kresna. 

“Untuk saham sektor finansial sebesar 36,6 persen, consumer goods industry 9,2 persen, property dan real estate 14,2 persen. Meski sector property dan real estate tahun ini sahamnya turun cukup dalam, tapi masih termasuk tiga besar yang paling diminati,” tandasnya. FPKontr1

KONI

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *